18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

NasDem Wonogiri Prihatin PJU Dimatikan, Bukan Solusi PPKM Darurat

JATENG.NASDEM.ID – Sepekan terakhir kondisi jalan raya di beberapa ruas jalan Wonogiri terlihat gelap, tetapi lampu pengatur lalu lintas atau traffic light tetap nyala. Diduga lampu penerangan jalan (PJU) ‘dimatikan’ sejak pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3-20 Juli besuk. PJU mati di Wonogiriterpantau sejak 12 Juli.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Wonogiri Drs Sunyoto, MM, mengaku prihatin dan menyayangkan PJU dimatikan. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan rasa aman dan nyaman rakyatnya. Matinya PJU sepanjang jalan raya justru akan menambah rasa tidak tenteram rakyat.

“Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, lampu PJU selama masa PPKM ini agar dihidupkan di malam hari,” katanya mengimbau, Senin (19/7).

Kak Sunyoto, menilai pemadaman PJU tidak menyelesaikan masalah PPKM Darurat. Menurutnya, masyarakat butuh edukasi sehingga akan memahami regulasi baru.

“NasDem siap diajak kolaborasi dan sinergi oleh pemerintah dalam mengedukasi masyarakat. NasDem Wonogiri telah mengedukasi masyarakat seperti penyemprotan disinfektan, pembagian vitamin bagi warga isolasi mandiri dan sebagainya,” katanya.

Ia berharap, masyarakat juga bisa menahan diri dan terus bersabar walau penerangan jalan tidak nyala. “Walau soal ngelih (lapar) itu semua orang tidak memili roso wedi (perasaan takut),” ujarnya.

Menurut Kak Sunyoto, PJU mati tidak hanya di Wonogiri Kota tetapi juga terjadi di Eromoko dan kecamatan lain. Ia menilai pemadaman lampu bisa memicu tindak kriminalitas, kecelakaan, dan sebagainya. Ia menilai justru menambah beban psikis rakyat dan pandangan tidak baik.

“Jika dimatikannya PJU dikandung maksud untuk membatasi atau mengurangi mobilitas masyarakat, penilaian kami tidak tepat,” katanya.

Pada 12 Juli 2021 beredar di grup WhatsApp soal pemadaman penerangan jalan umum (PJU) mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 pagi di beberapa ruas jalan raya. Informasi itu, menyebutkan pemadaman terjadi di Jalan Ir Soekarno, Jalan Pemuda, Jalan A Yani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kartini, Jalan Diponegoro, Jalan Murtipranoto.

Pegawai PLN Ardiansyah saat dikonfirmasi menyatakn PLN tidak memiliki agenda pemadaman. “Dari PLN tidak ada agenda (pemadaman PJU) seperti itu. Listrik terus kami jaga, atau mungkin kebijakan dari dinas terkait,” katanya.

Dia mengatakan lampu penerangan jalan bisa dimatikan oleh pemiliknya. Ardiansyah, menjelaskan PLN menyuplai aliran dan pemda yang memiliki aset PJU. \

“Yang dimatikan itu lampur penerangan jalan yang kebetulan asset Pemda. Kalau dari kami (PLN) sekadar suplai aliran listriknya. Pemda bisa on off sendiri,” katanya. (NJ13)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top