JATENG.NASDEM.ID – Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama kurang lebih satu setengah tahun. Banyak masalah yang timbul di masyarakat, bukan hanya soal kesehatan tetapi juga masalah pendidikan, dan terutama perekonomian
Garnita Malahayati Kabupaten Tegal dalam rangka HUT ke-10 Garnita Malahayati menggelar dialog dan diskusi dengan anggota pada Senin (19/7) ini. Dalam diskusi itu, Kakak Ayu Garnita dari Suradadi, misalnya, menceritakan mengenai proses pembelajaran daring dan kebutuhan kuota yang melonjak.
“Sebenarnya dengan adanya pembelajaran daring anak-anak itu bosan, jenuh tetapi bagaimana lagi itu demi kebaikan bersama untuk memutus mata rantai Covid 19. Namun, ada kendala yang saya alami adalah terkait kebutuhaan kuota yang melonjak tajam terlebih pemasukan saya yang berkurang ditambah lagi kegiatan PPKM Darurat seperti sekarang ini” ujarnya, dalam diskusi tersebut.
Kakak Ketua Garnita Malahayati Kabupaten Tegal Kakak Wahyuni dalam diskusi itu mengatakan kegiatan pembelajaran lewat daring kerap membuat anak menjadi malas belajar sehingga orangtua harus ekstra sabar dalam mendampingi.
Dalam diskusi juga mengemuka tentang ada tidaknya calon dari Garnita Malahayati Kabupaten Tegal yang akan bertarung di Pemilu 2024. Mendapat pertanyaan terbuka itu, Kakak Ainun dengan tegas akan mencalonkan diri sebagai salah satu caleg dan akan mengajak anggota Garnita Tegal lainnya bersama maju sebagai calon anggota dewan.
Kakak Wahyuni mengatakan di haru jadi ke-10 Garnita Malahayati, ia berharap agar makin berperan aktif di masa pandemi Covid-19 dan lebih bermanfaat di tengah masyarakat, selain berharap agar lebih matang di keorganisasian
Karena itu, ia menambahkan, Garnita Malahayati harus menjadi pioner yang patut diteladani, dihormati, dan mampu menjaga martabat sebagai istri maupun ibu.
“Dan khususnya perempuan Kabupaten Tegal, bersama Garnita harus menjadi barometer kemajuan bagi perempuan lainnya terlebih lagi zaman emansipasi wanita seperti sekarang ini,” katanya.
Kakak Wahyuni menekankan agar selalu patuhi protokol kesehatan yang berlaku sesuai anjuran pemerintah dan juga patuhi imbauan di rumah saja di masa PPKM. “Kalau tidak berkepentingan ya jangan di luar rumah. Jalan serba ditutup,” katanya di akhir diskusi. (NJ27)

