JATENG.NASEM.ID – Salah satu masalah sistemik yang dihadapi oleh para nelayan hari ini adalah kemiskinan. Hal itu disampaikan Ketua Bidang Maritim DPW NasDem Jawa Tengah Kak Slamet Ari Nugroho menyambut Hari Nelayan Nasional yang diperingati setiap tanggal 6 April
Kak Ari yang juga menjabat Ketua DPW Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) itu menegaskan bahwa saat ini para nelayan semakin terpuruk dan miskin. “Nelayan makin terpuruk dan miskin padahal kita adalah Negara maritim, namun negara belum bisa hadir,” katanya, Rabu (6/4).
Salah satu penyebab kemiskinan pada para nelayan ini adalah ketidakpastian untuk menjamin para nelayan dengan baik, bekal untuk melaut, BBM bersubsidi mereka belum ada, tempat tinggal mereka juga kumuh, serta banjir rob yang menjadi langganan para nelayan.
“Dalam 3-5 tahun masyarakat pesisir akan meninggikan rumah. Pembangunan jalan yang masih iuran, BBM masih ilegal dari tengkulak dengan sistem pinjaman, serta penjualan ikan ke tengkulak dengan harga yang tidak wajar. Ini sebuah rantai yang sulit diputus,” ujar Kak Ari membeberkan realitas yang dialami oleh para nelayan.
Bahkan para nelayan yang mengalami musibah di laut tidak mendapatkan jaminan apapun. Fasilitas dan perhatian Negara yang minim ini membuat situasi ini seakan-akan para nelayan dimiskinkan oleh Negara.
Atas kondisi ini, NasDem Jawa tengah mengajukan beberapa tuntutan pada pemerintah untuk menyejahterakan para nelayan, di antaranya adalah:
- Dimudahkan dalam pelayanan publik seperti perpanjangan surat dan administrasi
- Penyediaan Sarana dan prasarana oleh pemerintah pusat hingga daerah
- Akses permodalan bagi nelayan
- Pelatihan pengembangan produk bagi perempuan nelayan
- Pendidikan anak-anak nelayan hingga tingkat tinggi

