JATENG.NASDEM.ID – Anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi NasDem Kak Budiharto menyoroti peran penting kader posyandu dalam rangka menurunkan angka stunting di Kota ATLAS. Hal ini dikatakan Kak Budiharto dalam Pelatihan Penanganan Kompetensi Kader Posyandu di Kelurahan Sambiroto, Kelurahan Tembalang, Kota Semarang, Senin kemarin.
Pelatihan yang dihadiri oleh para kader posyandu dari Kecamatan Tembalang ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader. “Pelatihan dengan puskesmas setempat untuk meningkatkan kapasiitas kader posyandu di wilayah kelurahan untuk memberikan pembekalan,” kata Kak Budiharto dalam penjelasannya, Selasa (8/3).
Kepada para kader posyandu, Kak Budi sapaan akrab Kak Budiharto, mengatakan bahwa mereka lah ujung tombak pelayanan pada masyarakat. Tugas utama berupa memberikan pelayanan kesehatan pada ibu dan anak, para karder posyandu diharapkan dapat bekontribusi dalam menurunkan angka stunting.
“Para kader posyandu juga harus fokus pada masalah stunting, hal ini juga jadi fokus Pemkot Semarang. Ada banyak program pemerintah terhadap stunting di daerah. Perlu bergerak bersama pemerintah dan kader posyandu untuk memberikan pembekalan dan asupan makanan tambahan bagi keluarga dengan balita,” tegasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang pada 2021, dari 44.058 balita di Kota Semarang sebanyak 3,1 persen atau 1.367 orang diantaranya menderita stunting. Jumlah anak penderita stunting tersebut tersebar di 153 kelurahan di Kota Semarang.
Ia menegaskan bahwa hal ini harus menjadi perhatian bersama bagi kader posyandu dan Pemerintah Kota Semarang dalam menekan angka stunting. Untuk itu, Kak Budi menegaskan bahwa pelatihan seperti ini diperlukan untuk terus diberikan kepada para kader posyandu di berbagai wilayah di Kota Semarang.
“Kegiatan ini, semangat mereka sangat kita perlukan, kita sadari bahwa kader posyandu ini jadi ujung tombak pelayanan kesehatan dan bisa bersinergi dengan pemkot dengan informasi kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

