JATENG.NASDEM.ID – Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan kaum tani, Ketua DPD Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) NasDem Temanggung Rohimin, melalui Forkompenab mengadvokasi petani di Desa Pasekan, Kabupaten Semarang, untuk melakukan budidaya tanaman talas kajar. Sosialisasi berlangsung di rumah warga Dusun Kinten, Sabtu (3/7).
Menurut Rohimin yang juga Ketua Umum Forum Komunitas Peduli Nasib Buruh (Forkompenab) itu prospek tanaman talas kajar sangat bagus disamping mudah dalam budidayanya, juga harga di pasar tergolong cukup bagus.
‘’Dibanding dengan tanaman lainny, komoditas talas kajar lebih moncer,” ujarnya dalam pertemuan yang dihadiri sembilan kepala dukuh dan Nurrohman mewakili distributor pupuk Petro-Cas, dan investor talas kajar Nastin.
Dalam sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Nastin, disebutkan bahwa untuk menanam talas kajar di lahan selluas satu hektar dibutuhkan sekitar 10 ribu bibit dengan ukuran tinggi satu meter. ‘’Talas kajar ini yang dipanen adalah daunnya yang nantinya dimanfaatkan dalam proses produksi rokok,’’ ujar Nastin.
Menurut dia, cara memanen talas kajar tidak jauh berbeda ketika para petani memetik pucuk daun teh.
‘’Cara memanennya sangat gampang, tinggal petik seperti biasa dan dimasukkan ke dalam keranjang, ditimbang dan jadillah uang,’’ katanya.
Ia menambahkan masa panen daun talas kajar ini kurang lebih lima atau enam bulan setelah tanam.
Nastin mengatakan permintaan pasar akan daun talas kajar masih sangat tinggi, karena tidak hanya untuk memenuhi permintaan dalam negeri tetapi juga luar negeri. ‘’Bapak-bapak kan bisa melihat sendiri, kebutuhan akan tembakau itu tidak pernah surut berapapun produksi yang dipasok oleh para petani, demikian juga kebutuhan akan daun alas kajar,’’ katanya.
Ia menjelaskan cara perawatan talas jauh lebih mudah dibanding dengan tembakau yang sangat rentan pada cuaca.
Sementara itu, Kakak Rohomin dalam kesempatan itu sangat bersemangat ketika memberikan penjelasan tentang prospek bisnis dari talas kajar ini. ‘’Salah satu keuntungan dari tanaman talas kajar ini bisa dilakukan secara tumpang sari. Jadi, tanaman pokok yang selama ini ditanam, misalnya kacang-kacangan dan sejenisnya masih bisa ditanam,’’ ujarnya.
Kak Rohomin juga mendorong para petani untuk mulai membiasakan diri menggunakan pupuk organik, ‘’ Mari kita mulai saat ini, membiasakan diri dengan menggunakan pupuk organik dengan mengurangi penggunaan pupuk an-organik,’’ ujarnya.
Ia menambahkan, ‘’Dalam proses penanaman, kami akan mendampingi Bapak-bapak semuanya, mulai dari mengolah lahan, menanam, perawatan, pada saat memanen hingga menjualnya ke pihak pengepul.’’
Terkait dengan hal tersebut, Nurrohman selaku distributor pupuk Petro-Cass menyatakan kesediaannya untuk membantu para petani guna meringankan biaya modal dengan memadukan penggunaan pupuk organik dan non-organik. ‘’Nanti kami bantu dalam mengolah tanah dengan pupuk kandang dengan benar,’’ katanya.


