NASDEM.JATENG.ID – Sebagai bentuk belarasa, Sekretaris NasDem Klaten Willy Paul Rindorindo, Sabtu sore (3/7), menyerahkan 125 paket yang berisi logistik dan obat-obatan kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).
Willy Paul Rindorindo dibantu Koordinator Dapil I Klaten Kakak Wisnu mengantarkan sendiri bantuan tersebut ke keluarga dari warga yang sedang menjalani isoman.
‘’Bantuan dipusatkan di masing-masing kantor desa di mana warga tinggal. Dari pihak warga yang terpapar Covid–19 diwakili oleh keluarga atau kepala rukun tetangga setempat,’’ ujar Kak Wisnu.
Menurut Willy yang juga anggota DPRD Klaten itu, warga yang terpapar Covid–19 cukup banyak, bahkan Klaten masuk ke zona merah. ‘’Kami utamakan dulu warga isoman yang secara ekonomi memang betul-betul perlu mendapatkan bantuan,’’ ujarnya.
Tentu saja, lanjut Willy, pemberian bantuan itu bukanlah yang terakhir dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat 3–20 Juli 2021.
‘’Karena itu, tim kami terus bergerak memantau kondisi Klaten, melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kondisi warga. Bilamana memang diperlukan bantuan, maka tim tersebut akan segera melakukan koordinasi,’’ ujarnya.
Willy mempunyai keyakinan jika pandemi Covid–19 ini akan segera berlalu dari Klaten khususnya, dan Indonesia pada umumnya. ‘’Jika melihat data-data yang terpapar memang menunjukkan peningkatan yang signifikan, bahkan di Jawa Tengah sangat menonjol. Namun saya percaya, dengan kesungguhan seluruh pihak yang terkait, kondisi yang tidak menyenangkan ini akan segera berlalu,’’ ujarnya.
Ia melihat, bila dibandingkan dengan siklus pertama tahun 2020 pada bulan yang sama, memang saat ini lebih parah. ‘’Saya ingat betul pada Juni 2020, di Jateng tidak separah ini. Bisa jadi karena memang kepatuhan kita bersama terhadap prokes mulai menurun disamping daya serang virus juga mengalami peningkatan,’’ katanya.
Mengatasi pandemi ini, lanjut Willly, semua pihak yang terkait baik itu pemerintah, tokoh masyarakat, TNI/Polri, dan anggota legislatif haruslah saling bahu membahu. Tidak bisa lagi hanya menyerahkan satu pihak saja, karena persoalannya sudah sangat kompleks.
‘’Untuk mengatasi ini, pemerintah telah menetapkan kebijakan PPKM darurat selama 18 hari. Mari kita bersama-sama mendukung kebijakan itu dengan menjalani kehidupan di rumah saja dan patuh terhadap prokes,’’ ujarnya.
Namun, dia juga mengimbau, kendati tetap berada di rumah, warga masyarakat tidak boleh mengurangi kadar kesetiakawan terutama mereka yang sedang menjalani isoman dan terdampak atas kebijakan itu.
‘’Kita hidupkan lagi semanga gotong royong, saling berbagi kepada sesama. Warga yang merasa memiliki secara berlebih bisa berbagi kepada mereka yang lebih membutuhkan. Dengan solidaritas sosial itu, seberat apapun persoalan pasti akan bisa diatasi,’’ katanya.
Menurut Willy, selama diberlakukan masa PPKM darurat ini, perlu ada perhatian yang lebih besar kepada perempuan hamil dan mereka yang masih menyusui. ‘’Kelompok ini sangat rentan terhadap kondisi saat ini, maka perlu mendapatkan perhatian serius, karena jangan sampai nanti menghasilkan anak-anak stunting,’’ ujarnya.
Karena itu, pemerintah dan warga masyarakat perlu memberikan perhatian dengan memberikan bantuan berupa susu dan makanan bayi kepada kelompok ini. ‘’Mudah-mudahan pemerintah segera mendapatkan cara untuk bisa menyiapkan logistik terkait dengan kebutuhan tersebut,’’ ujarnya.


