NASDEM.JATENG.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mencatat terjadi lonjakan kasus covid-19 usai Lebaran di Bumi Kartini. Saat ini, Kabupaten Jepara kembali ke zona oranye. Sebelum Ramadan, dalam status zona kuning.
Ketua DPD NasDem Kabupaten Jepara Pratikno, mengatakan pengawasan penerapan protokol kesehatan (prokes) harus ditingkatkan. Utamanya penerapan prokes di objek wisata dan tempat umum lainnya, seperti pasar.
“Kemungkinan lonjakan masih bisa terjadi, karena masih ada momentum kupatan. Penjagaan dan pengawasan protokol kesehatan di lokasi wisata agar diperketat,” ujar Pratikno, Selasa (18/5).
Pada pekan syawalan atau lomban, objek wisata pantai di Kabupaten Jepara kerap jadi tujuan wisatan lokal Jepara dan dari luar daerah.
Itu sebabnya, Pratikno meminta pengawasan prokes tidak hanya di objek wisata yang dikelola pemerintah kabupaten, tapi juga objek wisata yang dikelola pemerintah desa dan masyarakat, seperti Pantai Telukawur, Blebak, Pailus, dan Ombak Mati Bondo.
“Pantai-pantai yang dikelola desa ini jangan sampai lengah. Prokol kesehatan harus benar-benar diperhatikan,” kata Pratikno.
Sekretaris Dinkes Jepara Muh Ali menjelaskan penambahan kasus positif covid-19 usai lebaran rata-rata di atas 20 kasus. Pasca lebaran hingga kini tecatat ada penambahan 210 kasus positif covid-19.
“Sebelum lebaran kemarin kita sudah berada di zona kuning, sekarang naik lagi ke zona oranye,” kata Muh Ali.
Guna memutus mata rantai penyebaran dan penularan covid-19, sejak kemarin Dinkes telah melakukan tracing dan tracking. Agar penyebaran tidak semakin meluas, Dinkes Jepara juga akan menggelar tes usap antigen di 20 tempat wisata.
“Kamis nanti, kami tes antigen masal di tempat-tempat wisata,” kata Muh Ali. (NJ05)
