18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

NasDem Wonogiri Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih Sepanjang Agustus

JATENG.NASDEM.ID – Agustus merupakan bulan perayaan kemerdekaan, itu sebabnyan DPD Partai NasDem Kabupaten Wonogiri mengajak segenap lapisan masyarakat untuk memasang bendera Merah Putih selama satu bulan penuh, dalam rangka mempertingati Kemerdakaan ke-76 Republik Indonesia.

“Gerakan mengibarkan bendera Merah Putih dilaksanakan dari tanggal 1 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2021 atau sebulan penuh. Mengibarkan Sang Merah Putih di depan rumah masing-masing dan setiap jengkal tanah di Kabupaten Wonogiri sebagai simbol patriotik kita. Bahwa wilayah Wonogiri bagian penuh dari NKRI,” ujar Sekretaris DPD NasDem Wonogiri Tri Wahyudi, Minggu (1/8).

Politikus NasDem yang akrab disapa Kang TW ini, menyatakan apabila kita kembali membuka lembaran sejarah kerajaan Majapahit maka bendera Merah Putih telah menjadi simbol kebesaran kerajaan di abad ke-13 hingga ke-16 itu.

“Demikian juga dengan Sisingamangaraja IX dari tanah Batak juga menggunakan bendera merah putih ketika berperang. Pemasangan bendera dwi warna, Merah Putih membuktikan, ada faktor historis dan psikologis mengapa bendera merah putih menjadi pilihan warna bendera bangsa,” katanya.

“Hal ini mengisyaratkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa tangguh. Rakyat Indonesia merupakan manusia pantang menyerah dan pemberani menghadapi tantangan apapun. Pada akhirnya Indonesia meraih kemerdekaan dengan persatuan rakyatnya melawan penjajahan,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut Kang TW, mengatakan jika warga bersatu mengibarkan bendera dengan disertai doa agar NKRI ini lekas sehat, kiranya lebih kuat, tangguh dan membangun optimisme.

“Mudah-mudahan, berikhtiar mengibarkan bendera merah putih sebagai perlambang keberanian dalam menghadapi pandemi dengan kepala tegak. Rakyat harus bersatu padu dengan semangat Merah Putih melawan covid-19 hingga rakyat menang. Sesama warga harus saling tolong-menolong dan bergotong-royong sebagai spirit yang ditinggalkan para lelulur,” ia menjelaskan.

Kang TW menegaskan Gerakan memasang bendera merah sebagai tanda berjuang melawan covid-19. “Kita tidak boleh menyerah. Indonesia punya semangat berjuang yang tinggi namun pengibaran bendera Merah Putih, tidak cukup hanya sekadar simbol belaka di depan rumah ataupun di media sosial. Narasi besar harus, tindakan besar antar warga, pemerintah dan segenap stakeholder juga saling bersinergi. Bangsa kita membutuhkan persatuan menghadapi pandemi dengan solusi progresif dan produktif agar mampu guyub,” katanya menegaskan.

Dia mengajak semua komponen bangsa untuk berbulat tekad memerdekakan dari pandeni di HUT ke-76 RI, 17 Agustus 2021. “Saat ini marilah bergandeng tangan jangan sekadar mengeluh, marah atau malah menyalahkan situasi sulit karena jika sikap tersebut di pertahankan, bukan tidak mungkin, kapal yang kita tumpangi bersama ini akan tenggelam. Terhujam masuk kedalam palung penderitaan berkepanjangan. Kita sudahi saling lempar tanggung jawab dan sibuk dalam narasi provokatif,” ujarnya.

Bagaimana memulihkan persatuan bangsa kita sekaligus membangkitkan gotong royong di tengah masyarakat kita, Kang TW menegaskan pemimpin harus menjadi teladan. “Menjadi contoh nyata. Praktik di lapangan. Mari kita mengingat sejarah pahlawan kemerdekaan. Teladan paling relevan saat ini adalah Bung Hatta. Bagaimana prinsip moral hidup sederhana dan menolak untuk korupsi. Kita sudah sering membaca, hingga akhir hidupnya Bung Hatta tidak mampu membeli sepatu kesayangannya. Bagaimana ia menolak uang saku ketika diundang berkunjung ke Irian Jaya (Papua). Satu semboyan di dalam tujuan Bung Hatta: gotong royong dan persatuan,” katanya memberikan pesan. (NJ13)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top