18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

NasDem Wonogiri Gagas Data Penyintas Donor Plasma

JATENG.NASDEM.ID – Setelah membuat program Gotong Royong NasDem Wonogiri untuk kader isolasi mandiri, pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Wonogiri menggagas pendataan penyintas Covid-19 dalam rangka donor plasma konvalesen.

Langkah awal akan dimulai dari edukasi ke masyarakat dan penyintas agar tumbuh rasa peduli kemanusiaan terhadap sesama. Rencana itu disampaikan Sekretaris DPD NasDem Wonogiri Tri Wahyudi, Kamis (29/7).

Kak TW sapaan akrab Tri Wahyudi, menyatakan gagasan pendataan penyintas Covid-19 dilatarbelakangi berbagai hal. Pertama, kebutuhan plasma bagi pasien terkonfirmasi mengantre seiring banyaknya kasus Covid-19. Kedua, usulan pengurus saat zoom meeting beberapa hari lalu.

“Ketiga, masyarakat belum mengerti apa itu donor plasma dan bagaimana syarat dan tempatnya. Karena itu, DPD NasDem terpanggil untuk berperan aktif membantu percepatan menyetop penyebaran virus corona,” katanya.

Menurut Kak TW donor plasma penyintas bisa dilakukan di PMI Solo. Syarat pendonor plasma adalah pernah terkena Covid-19 kurang dari empat bulan baik orang tanpa gejala (OTG) ataupun bergejala. Kemudian berat badan minimal 55 kilogram, berusia minimal 17 tahun, diutamakan pria dan untuk perempuan belum pernah melahirkan serta sudah lebih dari dua minggu dari masa isolasi mandiri (isoman) dan tidak ada gejala setelah Isoman.

“Diakui atau tidak masyarakat lebih mengenal donor darah dibanding dengan donor plasma konvalesen. Untuk itu, edukasi tentang donor plasma konvalesen ke masyarakat akan dilakukan oleh semua pengurus di semua tingkatan. Caranya mudah, menyampaikan syarat pendonor plasma konvalesen, tempat donor ke masyarakat lewat japri WA, pasang status dan sebagainya,” ia menjelaskan.

Dikatakan oleh Kak TW, DPD NasDem akan mendata penyintas Covid-19 dan memfasilitasi ke PMI Wonogiri. Menurutnya, penyintas tidak perlu takut untuk berdonor karena didahului dengan pengecekan oleh petugas PMI.

“Kebetulan PMI Wonogiri sudah melayani pengecekan apakah penyintas memenuhi syarat atau tidak. Jika dinyatakan memenuhi syarat maka akan diantar ke PMI Solo untuk diambil plasma konvalesennya,” ujarnya.

Data di laman informasi covid.wonogiri.go.id hingga Rabu (28/7) jam 21.00 WIB tercatat terkonfirmasi positif tercatat sudah mencapai 8.260 orang, dirawat 553 orang terbagi rawat Inap di rumah sakit sebanyak 315 orang dan isolasi mandiri sebanyak 238 orang. Pasien yang telah sembuh 6.935 kasus.

Sementara itu, kader NasDem asal Sidoharjo Purnomo mengatakan plasma konvalesen dibutuhkan oleh pasien covid. “Kami mendorong DPD NasDem menghimpun data penyintas covid. Bisa dimulai dari kader, tetangga, teman dan sebagainya. Data itu nanti akan memudahkan keluarga pasien dalam mendapatkan donor plasma,” katanya.

Terpisah, pengurus PMI Wonogiri Trianto Hery Suryono, saat dihubungi, menyatakan antrean pasien mendapatkan donor plasma puluhan hingga seraturan orang. “Selama ini, mencari penyintas Covid memang susah karena PMI tidak memiliki data. Namun, tiga bulan terakhir sudah terbentuk komunitas pendonor plasma konvalesen khusus bagi warga Wonogiri. Jumlah anggota komunitas masih sedikit, sejumlah 35-an orang tetapi cukup membantu,” ujarnya.

Dia menjelaskan seorang penyintas bisa mendonorkan plasma lebih dari sekali. “Dua minggu sekali, pendonor bisa mendonorkan plasma konvalesen tetapi didahului dengan pengecekan dulu. Ibaratnya pasukan pembasmi virus masih banyak maka plasma konvalesen penyintas bisa diambil lagi. Sebaliknya jika pasukan sedikit maka penyintas tidak bisa lagi donor plasma,” katanya menjelaskan. (NJ13)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top