18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

NasDem Jateng Diharapkan Membuat Basis Data Kecenderungan Politik Warga

JATENG.NASDEM.ID – NasDem Jawa Tengah diminta untuk memperkuat basis data keanggotaan dan tokoh masyarakat serta membuat peta tentang preferensi politik dalam suatu wilayah masing-masing. ‘’DPW dan setiap DPD mempunyai data tentang siapa-siapa  tokoh masyarakat setempat, selain itu juga peta per desa/kelurahan tentang kecenderungan pilihan partai politik,’’ ujar Sugeng Suparwoto, Minggu (25/7) kemarin.

Menurut Ketua DPP NasDem Pemenangan Jawa III (Jateng dan DIY) itu, peta preferensi politik itu bisa didasarkan pada hasil Pemilu 2019 atau Pilkada 2020 dengan mengacu pada perolehan suara di masing-masing dapil DPRD setempat.

 ‘’Base kita adalah partai peserta pemilu yang mendapatkan kursi di DPRD setempat. Misalnya untuk Kabupaten Cilacap itu kan ada enam dapil dengan 50 kursi DPRD. Maka setiap dapil yang mereprensentasikan kecenderungan pilihan  yang merupakan representasi dari 24 kecamatan dan 274 desa/kelurahan, dibuat sebaran perolehan suara dan kursi sampai di tingkat desa/kelurahan,’’ ujar Sugeng Suparwoto.

Ketua Komisi VII DPR RI menyebutkan, jika setiap DPD melakukan maping terhadap sebaran politik itu, dengan membuat peta kencederungan pilihan suara, maka akan terlihat warna politik dari masing-masing daerah.

‘’Kembali dengan contoh Cilacap tadi, di sana ada 274 desa/kelurahan, maka kita bisa melihat dominasi  warna partai politik di masing-masing daerah. Tentu saja, ada yang terdominasi, ada wilayah yang netral artinya kekuatan partai berimbang,” katanya menjelaskan.

Derah yang warna politiknya biru NasDem maka kita harus mempertahankannya. Sedangkan untuk wilayah netral atau abu-abu maka menjadi prioritas untuk melakukan penetrasi secara terbuka. Sementara itu, dalam wilayah yang telah memiliki kecenderungan warna politik selain biru NasDem maka harus dirumuskan strategi secara khusus untuk melakukan  perluasan pengaruh di wilayah tersebut.

Peta kekuatan partai politik di masing-masing daerah berdasarkan hasil pileg dan pilkada itu dapat dihaluskan lagi dengan membandingkan hasil survei preferensi politik masyarakat setempat. ‘’Jadi perilaku pemillih itu sebenarnya kan sudah menjadi pengetahuan akibat adanya survei-survei yang telah dillakukan oleh sejumlah lembaga survei,’’ ujarnya.

Menurut Sugeng yang melenggang ke Senayan dari Dapil Jateng VIII (Banyumas dan Cilacap) itu, dari suvei preferensi masyarakat itu dapat diketahui apa yang harus dilakukan oleh masing-masing partai politik terkait dengan upaya memperbesar popularitas, aseptabilitas, dan elektabillitas.

‘’Sekarang ini, kita kan masih masuk dalam masa PPKM Level Empat, jadi belum diperbolehkan untuk keluar rumah secara leluasa dan melakukan pertemuan-pertemuan tatap muka. Karena itu, silakan Kakak-kakak untuk duduk di rumah masing-masing, lalu mengotak-atik peta kekuatan dari masing-masing desa/kelurahan yang menjadi tanggungjawabnya,’’ ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Sugeng, jika pandemi Covid-19 ini sudah surut, maka telah memiliki bayangan lebih detail tentang apa yang harus dilakukan. ‘’Hampir sebulan ini, kegiatan partai mengalami kemandekan, laju pertumbuhan hasil perolehan e-KTA berjalan di tempat, pembentukan struktur DPRt juga sami-mawon. Memang ini kondisi yang mau tidak mau harus kita hadapi, tetapi setelah badai ini berlalu, tancap gas dengan modal strategi yang telah kita bikin,’’  katanya.  

Selanjutnya Sugeng menambahkan, selain membuat peta preferensi politik sampai tingkat desa/kelurahan itu, para pengurus di tingkat kabupaten dan kecamatan juga melakukaan pemetaan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di wilayah masing-masing.

Menurut dia, dalam setiap konsolidasi di 35 DPD yang dimulai pada 15 Februari 2021 di Kebumen dan berakhir pada 31 Mei 2021 di Kota Semarang, selalu disampaikan kepada masing-masing ketua DPD dan ketua DPC untuk membuat daftar 10 tokoh masyarakat yang berpotensi memiliki popularitas, elektabilitas dan aseptabilitas.

‘’Mumpung saat ini kita punya banyak waktu untuk tinggal di rumah, akan bagus bila menyempatkan diri juga untuk merenung-renung dengan membuat list tokoh masyarakat dari masing-masing wilayah,’’ katanya.

‘’Tentu saja selain nama, juga harus dikulik sejumah indikator yang menjelaskan bahwa tokoh tersebut memiliki popularitas, aseptabilitas, dan elektabilitas,’’ ia menekankan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top