JATENG.NASDEM.ID – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang menjadi PPKM level 4 berlaku mulai 21 Juli 2021 hingga Minggu (25/7) besok. Ketua DPC NasDem Bojong, Kabupaten Tegal, Kak Marsono mengatakan kebijakan tersebut sangat berdampak bagi pelaku sektor pariwisata.
“Dari Segi pelaku usaha sangat berdampak sekali karena kami menggantungkan pendapatan hanya dari berjualan di pariwisata. Belum lagi, memikirkan gimana cara membayar para pekerja,” kata Kak Marsono yang juga merupakan pengusaha obyek wisata Rintisan Bukit Bintang Guci Tegal Jawa Tengah itu.
Sebagai pengelola wisata, ia berharap pemerintah berpikir jernih agar mempertimbangkan dampak dari PPKM. “Sebagai warga negara yang baik kita wajib patuh kepada aturan yang ada namun yang perlu digaris bawahi harus ada kopensasi karena banyak warga Indonesia yang mengandalkan hidup dari sektor pariwisata ibaratnya uang hari ini buat besok mas. Coba hari ini dan besok bahkan berhari-hari tidak ada pemasukan lantas bagaimana nasib hidup kita?” katanya.
Ia berharap khususnya untuk obyek wisata pemandian air panas alami tetap diizinkan dibuka karena alasan wisatawan ke lokasi tersebut justru untuk membersihkan diri. “Logikanya begini, sekarang orang suruh cuci tangan, sedangkan orang ke Guci itu tujuan utamanya untuk mandi. Sekarang cuci tangan sama mandi bersih mana coba?” katanya mempertanyakan.
“Padahal dengan adanya wabah, pandemi ini, saya yakin hakul yakin dengan keistimewaan air panas alami di Guci, atas kebesaran Allah SWT bisa untuk terapi, kenapa karena orang mandi air panas Guci pasti menghirup uap air panas tersebut,” katanya menambahkan.
Hal senada disampaikan Kakak Jamal dari Obyek Wisata Baturaden Purwokerto. Ia mengkritisi kegiatan PPKM yang kurang efektif karena masih banyak ruang terbuka seperti mal yang buka. Ia mempertanyakan apa beda dengan obyek wisata yang dipaksa mati suri.
“Kami siap selaku stakeholter obyek wisata mematuhi aturan pemerintah namun alangkah eloknya juga pemerintah memperhatikan nasib hidup kita terlebih anak kita,” kata Kak Jamal menuturkan.
Ia berharap sektor pariwisata Indonesia segera pulih, minimal dibuka dengan tetap memakai aturan protokol kesehatan dengan pembatasan jumlah pengunjung. “Kami siap yang penting jangan ditutup total sampai berlarut-larut seperti ini,” katanya menekankan.
Kak Jamal berharap keputusan pemerintah yang adil bagi para pelaku pariwisata juga sektor sektor lainnya dan berharap pandemi Covid-19 segera berlalu. (NJ27)


