JATENG.NASDEM.ID – Pelaksanaan kurban usai Salat Id menjadi momentum kemanusiaan dan meningkatkan kepedulian di antara jiwa setiap manusia. Walau diakui, perayaan Hari Besar Idul Adha tahun 2021 ditengah keprihatinan, tetapi keikhlasan Nabi Ibrahim yang mengorbankan anaknya bernama Ismail setelah diperintah Allah SWT menjadi niat suci kehadiran pemerintah di tengah pandemi Covid-19 ini.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD)NasDem Wonogiri Drs Sunyoto, MHum, Selasa (20/7), mengatakan bersama masyarakat sekitar membangun kepedulian dengan menyerahkan hewan kurban untuk dikelola oleh Panitia Hari Besar Islam Musala Al Huda, Eromoko Wetan RT 02, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Ada tiga ekor sapi dan lima ekor kambing yang ia serahkan untuk dibagikan ke warga sekitar.
“Ada 185 KK di tiga rukun tetangga sekitar musala. Kami senang karena masyarakat Eromoko Wetan telah terbangun rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama untuk berkurban sehingga daging hewan kurban bisa dibagikan ke warga sekitar musala,” ujarnya.
Menurut Kak Sunyoto, momentum keikhlasan masyarakat ini patut ditiru oleh pemerintah. Artinya, pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat agar rasa aman dan nyaman terpatri di setiap jiwa rakyat Indonesia. “Daging hewan kurban dibagikan tanpa melihat A itu ikut siapa, B itu orang apa? Semua mendapatkan bagian. Kami berharap bantuan sosial dari pemerintah selama masa pandemi ini los, seperti panitia pembagian daging kurban itu. Siapa saja mendapatkan bansos,” katanya.
Menurutnya, Idul Adha tahun ini seyogyanya dirayakan dengan penuh keprihatinan sehingga pejabat lebih memiliki sense of crisis dan tidak melukai rakyat. Alasannya, angka penularan virus SARS-CoV-2 di Indonesia sedang melonjak, ditambah dengan kebijakan PPKM Darurat yang bertujuan untuk menekan pertambahan jumlah pasien covid-19.
“Tidak ada luapan kegembiraan karena semua sedang berupaya dengan segenap kemampuaan untuk menghindari penularan pandemi Covid-19. Penanggulangan pandemi ini menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat Indonesia sehingga pemerintah jangan malu meminta pertolongan karena umat Islam harus menjadi tulang punggung dan garda terdepan untuk menyelamatkan diri sendiri dan orang lain,” kata Kak Sunyoto menjelaskan.
Kak Sunyoto meminta masyarakat Wonogiri menerima pandemi Covid-19 ini sebagai musibah dengan rasa kewajaran, kesabaran serta mematuhi ajakan pemerintah untuk disiplin menerapkan 5M. “Perbanyak istighfar seraya mohon ampun kepada Allah SWT, memperbanyak doa istigasah dan doa da’ful balaq,” katanya. (NJ13)


