JATENG.NASDEM.ID – Sekretaris DPD NasDem Banyumas Djadjat Sudradjat mengatakan rekrutmen anggota baru berdasarkan teritoral kelurahan/desa baru akan efektif bila sebelumnya telah dibentuk pengurus ranting atau DPRt.
‘’Inilah rumus dalam mendulang anggota baru, dibentuk dulu pengurus DPC dan DPRt dengan kualitas pengurus yang bagus-bagus, jangan hanya mengejar jumlah pembentukan struktur, tetapi harus didasarkan pada performa,’’ ujar mantan pemimpin salah satu media besar di bawah naungan Media Group itu.
Menurut Djadjat Sudradjat yang juga anggota DPRD Banyumas itu, bila suatu desa/kelurahan telah memiliki kepengurusan dengan 55 anggota lengkap, maka sejumlah itulah nantinya akan menetaskan anggota baru.
‘’Saya berfikir sederhana saja, e-KTA itu sebenarnya hanyalah sekadar buah dari pengurus yang terbentuk, karena persyaratan menjadi pengurus NasDem adalah harus bisa menunjukkan kartu anggota digital,’’ kata Djadjat.
Ia menjelaskan bahwa di setiap level pengurus harus benar-benar berkualitas, yaitu orang-orang yang mempunyai kompetensi terjun ke masyarakat untuk membangun jaringan dan sekaligus memberikan edukasi.
‘’Pengurus daerah ketika akan membentuk kepengurusan di cabang, harus sudah mampu menjawab satu pertanyaan pokok, yaitu: apakah figur-figur yang akan dijadikan pengurus cabang itu secara pribadi atau komunal, memiliki jaringan pertemanan atau kader di setiap kelurahan atau desa,’’ ujarnya.
Sebab menurut Djadjat Sudradjat yang karib dipanggil Kak Djadjat itu, bila seorang pengurus cabang terutama ketuanya tidak mempunyai jaringan di semua kelurahan/desa, pasti akan mengalami kesulitan ketika akan membentuk DPRt.
“Secara sosiologis, semakin mendekati grassroot maka pertimbangan relasi sosial itu menjadi penting. Kita tidak bisa melakukan apa-apa jika tidak kenal dengan salah satu warga di sebuah kelompok masyarakat tertentu,’’ katanya.
Namun demikian, Kakak Djadjat menyadari sangat tidak mudah untuk mendapatkan calon pengurus yang memenuhi standar seperti itu, sebab adanya persaingan ketat di antara partai politik dalam memperebutkan kader-kader semacam itu.
‘’NasDem sebagai partai baru pasti kalah langkah dengan partai-partai yang sebelumnya sudah eksis. Ketersediaan warga dengan kualitas tinggi dan mau bekerja secara pro bono, memang sangat terbatas,’’ ujarnya.
Menurut Kakak Djadjat, meskipun NasDem relatif baru dibanding dengan partai lain yang berhasil masuk ke Senayan tetapi sebenarnya memilliki nilai lebih yang bisa ditawarkan ke publik.
‘’NasDem ini sangat serius untuk membangun demokasi dan keadlian, yang berujung pada meningkatnya kemasalahatan publik. Kalau politik hanya untuk politik semata, tapi tidak memikirkan publik, maka orang-orang akan meninggalkan partai,’’ ia menekankan.
Menurutnya, satu-satunya kunci terakhir jika berdialog dengan publik atas komitmen NasDem dalam membangun peradaban baru di kancah kehidupan berbangsa dan bernegara adalah politik anti mahar.
‘’NasDem tanpa mahar benar-benar dibuktikan bahwa kita itu juga tidak pakai mahar-maharan. Siapapun yang mau jadi calon kepala daerah, calon presiden, caleg gak pakai mahar apa-apa,” katanya menegaskan.


