18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Bantuan dan Pendamping NasDem Surakarta di Tengah Amuk Covid-19

JATENG.NASDEM.ID – Sebagai upaya membantu masyarakat yang sedang menghadapi serbuan virus Corona, NasDem Surakarta melakukan penyemprotan disinfektan di Rt 01 Rw 06, Kampung Sumpingan Kelurahan Kadipiro, Kota Surakarta, Minggu Sore (27/6).

Ketua DPD NasDem Surakarta Pardiman mengatakan kegiatan itu merupakan bagian bela rasa terhadap masyarakat yang sedang berperang melawan Covid–19. ‘’Sebenarnya sudah sejak dua minggu ini kami fokus membantu masyarakat yang sedang menjalani isoman. Beberapa paket logistik dan obat-obatan sudah kami kirimkan,” katanya.

Namun, ia mengatakan hal yang terpenting bagi masyarakat di Surakarta ini adalah pendampingan batin bahwa mereka tidak berperang sendirian tetapi ada teman seperjalanan.

Menjadikan kawan seperjalanan bagi warga yang sedang menjalani isoman itu, kata Pardiman memerlukan strategi khusus. ‘’Yang kami lakukan hanya sekadar mengucapkan selamat pagi, siang, atau sore melalaui ponsel. Kami tidak pernah singgung soal kondisi kesehatan jika mereka tidak memberitahukan terlebih dahulu. Pokoknya, sebisa mungkin percakapan tersebut membuat mereka bersemangat dan menemukan kembali gairah hidup,’’ katanya.

Pardiman mengakui dengan adanya pagebluk ini banyak program terkait dengan pengembangan partai NasDem menjadi tertunda, ‘’Rasanya kurang elok dan pantas, jika di tengah-tengah pandemi ini kami nekad melanjutkan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak warga. Kalau dipaksakan juga bisa, namun rasa-rasanya bukan cara-cara NasDem. Para senior kami di partai, terutama Pak Maharso (Ketua DPW NaDem Jateng) selalu menekankan bahwa kita harus selalu menjaga perasaan masyarakat ketika akan melakukan kegiatan,’’ ia menjelaskan.

Meskipun demikian, penguatan struktur partai dengan pembentukan DPRt terus berlanjut kendati dilakukan dengan cara online. ‘’Kami kontak satu persatu warga di masing-masing kelurahan untuk meminta kesediannya bergabung ke NasDem dan menjadi pengurus di tingkat ranting,’’ ujar Pardiman yang juga seorang pengacara ini.

Menurut Pardiman, komunikasi pribadi dari kelompok kecil ke kelompok kecil lainnya itu nantinya akan terhimpun menjadi kekuatan besar. ‘Kondisi Surakarta berbeda dibanding kota-kota lainnya,’’ katanya.

‘’Kota Solo sangat lekat dengan merah. Walikotanya PDIP, Presiden RI kader PDIP berasal dari Solo. Suara terbanyak Pilek 2019 dimiliki Puan Maharani kader PDIP dari wilayah Solo Raya, pokoknya merah komplit,’’ ia menambahkan.

Manurut Pardiman, kondisi itu bukan berarti NasDem tidak punya peluang untuk tumbuh. Hal itu terbukti pada Pileg 2019, satu kader NasDem yaitu Eva Juliana berhasil melenggang ke Senayan untuk duduk sebagai anggota DPR RI, dengan capaian suara yang tidak minimalis. ‘’Artinya NasDem bisa, hanya saja memang untuk Pileg 2019 kemarin, belum memberikan berkah bagi para kader yang maju untuk memperebutkan kursi DPRD Kota Surakarta,’’ katanya.

Kondisi perpolitikan Surakarta yang terdominasi oleh PDIP itu, mengharuskan fungsionaris NasDem menyusun strategi jitu. Salah satu yang akan segera dilakukan adalah memperkuat struktur organisasi hingga tingkat ranting atau desa.

‘’Surakarta terdiri atas lima kecamatan dan 54 kelurahan. Jumlah penduduk di lima kecamatan itu mencapai 500.642, dengan jumlah pemilih sebesar 300 ribu-an. Itulah makanya, kami mempunyai target di akhir Juni, sudah bisa melengkapi pengurus ranting di seluruh desa, sehingga jumlah kader yang ber e-KTA minimal 3.500 kader,’’ ujarnya.

Modal 3.500 kader ber e-KTA itu, Pardiman menjelaskan, NasDem Surakarta akan bergerilya dari rumah ke rumah, dari kampung ke kampung dari kelompok basis ke kelompok basis, untuk meyakinkan bahwa saat ini Indonesia, khususnya Kota Surakarta, membutuhkan gerak perubahan.

‘’Solo sekarang atau Indonesia saat ini sudah baik, namun perlu gerakan untuk membuatnya lebih baik lagi. Karena itu, NasDem dengan gelora anti mahar, adalah alternatif terbaik untuk digunakan sebagai sarana memperbaiki kondisi ke-Indonesiaan,’’ katanya.

Strategi yang akan digunakan untuk meyakinkan warga Surakarta bahwa NasDem yang terbaik adalah dengan metode getok-tular. ‘’Kegiatan konvensional untuk sementara kami tanggalkan, saat ini NasDem Surakarta memilih taktik getok-tular. Satu kader meyakinkan lima atau sepuluh warga Solo bahwa NasDem adalah partai yang terbaik,” ia menjelaskan.

Jika kader itu telah memiliki anggota, ia menambahkan, maka anggotanya didorong untuk memiliki anggota lagi. “Jadi, dari anak, punya cucu, kemudian menetas menjadi cicit. Kami akan mengembangkan sistem sel dalam berorganisasi,’’ katanya berstrategi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top