18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Lestari Moerdijat: Kowani Harus Mampu Tingkatkan Peran Perempuan dalam Wujudkan Masa Depan Bangsa

Kowani harus mampu melakukan konsolidasi sumber daya yang dimiliki para perempuan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Dengan keanggotaan Kowani yang tersebar di tanah air, merupakan kekuatan yang dahsyat untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi. Saya yakin, bila upaya itu dilakukan secara bersama-sama akan berhasil,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pada talkshow bertema Perempuan Cerdas Bersatu, Berdaya Menuju Indonesia Emas yang diselenggarakan di Kantor Pusat Kongres Wanita Indonesia (Kowani) di Jakarta, Kamis (9/10).

Hadir pada acara tersebut antara lain Anis Hidayah (Ketua Komnas HAM), Nannie Hadi Tjahjanto (Ketua Umum Kowani), dan sejumlah perwakilan organisasi perempuan di Indonesia.

Menurut Lestari, upaya untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi perempuan Indonesia harus dilakukan dengan kesamaan pemahaman dan langkah.

Diakui Rerie, sapaan akrab Lestari, di tengah perubahan sosial dan politik yang terjadi, para anggota Kowani menghadapi tantangan konseptual antara lain terkait penggunaan istilah feminisme yang dianggap produk asing.

Indonesia, menurut Rerie, sejatinya memiliki jawaban ideologis melalui Pancasila yang menjamin kesetaraan setiap manusia.

Gagasan Feminisme Pancasila, ungkap dia, bukan tiruan dari Barat, tetapi kelanjutan alami dari nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan gotong royong yang menjadi ruh bangsa Indonesia.

Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, semangat dasar feminisme itu mencakup nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan yang telah hidup dalam gerakan perempuan Indonesia sejak Kongres Perempuan 1928.

Lahirnya Kowani pada masa itu, tegas Rerie, diwarnai dengan semangat progresif dalam bentuk perlawanan atas ketidakadilan terhadap perempuan dan semangat untuk memerdekakan perempuan.

“Jadi jangan kita di masa kini malah mengkerdilkan peran perempuan sebagai istri hanya di ranah domestik saja,” ujarnya.

Menurut Rerie, hingga saat ini masih banyak pekerjaan rumah terkait eksistensi perempuan di tanah air.

Di lingkungan parlemen misalnya, tambah dia, upaya untuk merealisasikan 30% keanggotaan perempuan di lembaga legislatif masih banyak menghadapi kendala.

Menurut Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, Kowani harus kembali menjadi rumah besar gerakan perempuan Indonesia, bukan sekadar saksi sejarah, tetapi penentu masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya yakin bila semua elemen perempuan memahami dan menyadari untuk berjuang bersama-sama, banyak pekerjaan rumah yang bisa dituntaskan,” ujar Rerie.*

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top