JATENG.NASDEM.ID – Ratusan aktivis mahasiswa menyampaikan aspirasi ke Kantor DPRD Kabupaten Rembang, Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB.
Mayoritas peserta aksi dari PMII itu menyampaikan beberapa tuntutan yang dibacakan perwakilan aksi Farid di depan para pimpinan DPRD dan aparat lainnya. Aspirasi yang disampaikan yaitu tuntutan pengusutan tuntas kasus kelangkaan minyak goreng hingga oknum yang terlibat, stabilisai harga sembako.
Kemudian, mengontrol harga BBM pertalite dan kelangkaan gas elpiji, mengontrol ketersediaan minyak goreng di setiap daerah, meminta presiden mengevaluasi para menterinya agar bisa melaksanakan tugasnya, mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rembang Kak Supriyadi yang juga hadir dalam acara tersebut dihubungi melalui pesan singkat menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan para mahasiswa sebagai bentuk menyampaikan suara masyarakat dan sebagai wujud demokrasi.

“Kehadiran mahasiswa di depan Gedung DPRD menyampaikan suara masyarakat dan sebagai wujud demokrasi,” katanya.
Kak supriyadi juga menyampaikan jika dari pimpinan dan pemerintah daerah sifatnya hanya meneruskan tuntutan mahasiswa ke DPR RI. Selanjutnya, mengontrol di lapangan karena kewenangan sepenuhnya ada pada pemerintah pusat.
“Dari tuntutan yang disampaikan Kita tanggapi dan sepakat untuk meneruskan usulan tuntutan dari teman-teman PMII ke DPR pusat karena yang berwewenang. DPRD kemudian mengontrol di lapangan,” ia menambahkan.
Kak Supriyadi berharap keadaan di lapangan segera stabil dan masyarakat bisa melaksanakan aktivitasnya seperti biasa. Tetmasuk dalam menyambut bulan ramadan dan Idul Fitri masyarakat bisa tercukupi kebutuhanya.
(NJ28)

