JATENG.NASDEM.ID – Anggota Komisi III DPR RI Kak Eva Yuliana hadir dalam pelantikan dan rapat kerja PC Muslimat NU Kota Semarang, Kamis (24/2). Acara tersebut juga dihadiri Walikota Semarang Hendrar Prihadi serta Wakil Walikota Semarang Hevearita Rahayu.
Dalam kesempatan ini, Kak Eva yang merupakan Dewan Pakar PC Muslimat NU Kota Semarang menekankan berbagai hal mulai dari pendidikan, kekeraan seksual, serta stunting.
Di bidang pendidikan, ia menekankan bahwa perempuan Muslimat memegang peranan penting karena menjadi madrasah pertama bagi anak-anak bangsa sehingga memberikan kontribusi bagi bangsa ini.
“Muslimat adalah madrasah pertama untuk generasi bangsa, penting untuk membekali ibu kita dengan kemajuan teknologi yang ada, perkembagan atau dinamika politik, ekonomi, dan sosial agar ibu-ibu muslimat dapat beradaptasi dengan berbagai kemajuan yang ada di bangsa kita,” ia menekankan.
Selain itu, Ketua DPD NasDem Kota Surakarta ini juga mendorong para pengurus Muslimat agar berperan aktif untuk membantu masyarakat dalam meminimalisasi dan mencegah KDRT dan kekerasan seksual.
“Bagaimana Muslimat berperan aktif untuk menjadi pendamping dan mengayomi, melindungi masyarakat secara lua, bukan hanya kader Muslimat jika ada korban yang menjadi korban KDRT atau tindak pidana kekerasan seksual,” ungkapnya.
Untuk itu, dalam rapat kerja tersebut perlu untuk memberikan pemahaman kepada para pengurus Muslimat agar berperan aktif dan memahami jalur hukum yang harus ditempuh jika menemui hal serupa.
“Semoga nanti ke depan kita dorong Muslimat bisa bekerja sama dengan pihak kepolisian bergandengan tangan dalam menghadapi dan menyelesaikan kasus-kasus kekerasan seksual atau KDRT. Ini bukan hanya sosialisasi tentang gender, ini adalah memahamkan agar Muslimat berperan aktif membantu masyarakat jika ada korban dari tindak kekerasan seksual atau KDRT,” katanya.
Ke depannya, para pengurus Muslimat diharapkan dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih melek hukum dan bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti PKK atau bahkan pemerintah Kota Semarang.

