JATENG.NASDEM.ID – Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Purworejo Kak Muhammad Abdullah dalam kesibukannya sebagai wakil rakyat, masih terus menyempatkan diri untuk berhikmat di salah satu organisasi masyarakat terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).
Kak Abdullah diketahui pernah menjadi komandan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Purworejo. Banser merupakan badan otonom NU dari Gerakan Pemuda Ansor. Menurut Kak Abdullah, Partai NasDem dan Banser memiliki visi yang sama dalam menjaga NKRI.
“Banser dan NasDem punya visi yang sama dalam menjaga keutuhan NKRI dan merawat pluralisme. Dalam mewujudkan visi tersebut masing-masing punya cara, NasDem melalui jalur politik praktis sedangkan Banser melalui ormas kepemudaan dan keagamaan,” kata Kak Abdullah, Rabu (16/2).
Namun begitu, meskipun berbeda keduanya memiliki kesamaan visi dan bisa saling bersinergi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya anggota Banser yang telah menjadi anggota dan pengurus Partai NasDem.
Kepada para aktivis Banser saat ini, Kak Abdullah menekankan pentingnya untuk bangga karena menjadi bagian dari berbagai upaya mempertahankan NKRI. “Disadari atau tidak, berbicara soal banser menjadi terkenal karena ada Banser. Mau orang percaya atau tidak, suka tidak suka, marwah dan kelihatan wibawanya karena banyaknya Banser,” katanya menjelaskan
“Kita bangga jadi Banser. Banser itu pasti Ansor, Ansor itu pasti NU. Kita harus bangga,” katanya menambahkan.
Dikutip dari nu.or.id, Banser lahir pada tahun 1962 dan telah berkontribusi dalam berbagai upaya mempertahankan kedaulatan NKRI. Di tingkat internasional, saat Indonesia terlibat konfrontasi dengan Malaysia yang melahirkan program politik Ganyang Malaysia, Banser menjadi kekuatan rakyat yang membela pemerintah saat itu.
Di sisi lain, saat itu terjadi konflik antar-partai, yang melibatkan juga NU sebagai salah satu partai. Salah satu peristiwa yang melibatkan Banser adalah perlawanan terhadao Gerakan 30 September 1965. Banser NU berandil besar dalam ikut menumpas gerakan PKI.

