JATENG.NASDEM.ID – Ketua Komisi VII DPR RI Kak Sugeng Suparwoto mengapresiasi kinerja Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan segenap jajaran pada tahun 2021 lalu. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI pada Rabu (2/2) lalu.
Di tahun 2022 ini, Komisi VII DPR meminta Menperin dan jajarannya mengupayakan peningkatan ekspor dan investasi yang sejalan dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja di Tanah Air.
“Kami juga meminta agar Kemenperin bisa memanfaatkan momen G20 dalam mendorong percepatan hilirisasi industri dan investasi,” kata Kak Sugeng dalam pernyataannya.
Dalam kesempatan tersebut, Menperin memaparkan program-program yang telah terealisasi pada tahun 2021 lalu untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional, antara lain melalui program insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).
Program tersebut terbukti mampu menopang pertumbuhan dan peningkatan produksi kendaraan dan berdampak pada IKM yang menjadi produsen komponen bagi produsen mobil. Program ini juga meningkatkan permintaan input di sektor industri (backward linkage) sebesar Rp 36 triliun, yaitu Rp 29 triliun di sektor industri dan Rp 6 triliun di sektor non-industri.
“Di samping itu, terdapat peningkatan output sektor otomotif (forward linkage) sebesar Rp 43 triliun. Dimana Rp 33 triliun di sektor industri dan non-industri sebesar Rp10 triliun. Dampak positifnya terhadap penciptaan kesempatan kerja baru pada sektor lainnya sebanyak 175.674 orang,” Agus menjelaskan.
Program andalan Kemenperin selanjutnya ialah pengembangan industri halal yang saat ini telah sampai pada tahap penyusunan regulasi tentang industri halal dan penyusunan masterplan industri produk halal bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
Menurut Agus, program yang dijalankan oleh pihaknya merupakan substitusi impor dan fasilitasi peningkatan daya saing, pemanfaatan Indonesia-UAE Comprehensive Economic Partnership (CEPA) untuk ekspor industri halal, penciptaan kawasan industri halal terintegrasi.
Menperin juga menyampaikan mengenai penyelenggaraan Indonesia Halal Industri Awards (IHYA) untuk menstimulasi sekaligus mengapresiasi para pelaku industri halal.

