JATENG.NASDEM.ID – Bank Sampah Dekayee yang dikelola Ketua Garda Pemuda Kabupaten Pemalang Kak Teguh Feriandi bersama para pengurus Garda Pemuda mendapat kunjungan dari instansi pemerintah dan swasta, Kamis kemarin.
Kunjungan dilakukan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, PT Solusi Cerdas Indonesia, dan Lembaga Kemitraan Kota Pekalongan yang menangani perubahan iklim.
“Mereka berkunjung ke Pemalang untuk melihat pengolahan sampah yang kita kelola karena di Kota Pekalongan belum ada pengolahan sampah seperti kita dengan mesin pemilah sampah dan budidaya maggot juga,” kata Kak Andi, Jumat (4/2).
Kak Andi menjelaskan pihak yang hadir melihat secara langsung proses pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah. Dia menekankan bahwa aktivitas di bank sampah tersebut selalu beroperasi tiap hari.
Menurut Kak Andi, Kota Pekalongan akan menerapkan sistem pengolahan sampah seperti yang ia lakukan yaitu melalui bank sampah.
“Rencana ke depan di Kota Pekalongan ingin menerapkan sistem seperti ini. Pengolahan sampah dari TPA lalu ke pemilahan sampah organik dan anorganik, lalu disesuaikan untuk kebutuhan masing-masing seperti budidaya maggot untuk sampah organik atau pembuatan paving untuk sampah anorganik,” ujarnya.
Kak Andi yang tergabung dalam komunitas Bijak Olah Sampah Nusantara ini menjadi percontohan bagi kebupaten/kota di Pantura mengingat hanya Kabupaten Pemalang yang memiliki pengolahan sampah yang mutakhir ini. Sementara tempat pengolahan sampah serupa hanya ada di Temanggung, Banyumas, dan Purbalingga.
“Kita membantu teman-teman dari kota dan kabupaten lain yang belum ada sistem pengolahan seperti ini. Di Pemalang salah satunya yang ada sistem pengolahan sampah ini,” ujarnya.
Ia berharap lewat bank sampah yang dikelolanya bersama para pengurus Garda Pemuda NasDem Pemalang ini, dapat turut memperkenalkan NasDem kepada masyarakat serta memberikan penghasilan tambahan bagi para pengurus.
Selain itu, ia juga berharap adanya perhatian pemerintah dan anggota dewan agar turut mendukung keberadaan bank sampah dan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan tersebut.
“Harapannya kita, supaya pemerintah atau dari anggota dewan di pusat bisa memperhatikan kita agar kita bisa menapak jelas, mengingat di kabupaten kemampuan kita terbatas untuk menanganani sampah,” pungkasnya.

