JATENG.NASDEM.ID – Sebagian wilayah Jawa Tengah yang masuk kategori PPKM Level 1 dan 2 mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 100 persen mulai Senin (3/1) ini. Meski begitu, masih ada beberapa sekolah yang menerapkan PTM dengan kapasitas 50 persen.
Wakil Ketua Bidang pendidikan dan Kebudayaan DPW NasDem Jawa Tengah Kak Linda Maharani menyoroti pentingnya menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam pelasananaan PTM ini.
“Berbicara sebagai orang tua, prokes harus selalu diingatkan kepada anak didik. Harapannya di suasana peralihan ini anak kita diawasi prokesnya, diawasi oleh pihak sekolah,” Kak Lina menekankan.
Ia juga menyoroti jumlah penerima vaksin di lingkungan sekolah mengingat saat ini vaksinasi sudah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan. Hal ini juga mengantisipasi penularan Covid-19 varian Omicron yang telah masuk di Tanah Air.
“Sebaiknya vaksin ini terus digalakkan. Saya apresiasi pemerintah yang sudah menggalakkan vaksinasi ini. Ada sebagian warga masyarakat yang belum terbuka untuk divaksin, saya berharap masyarakat bisa menerima agar kita bisa terlepas dari pademi,” katanya.
Politikus NasDem ini berharap PTM dapat mengejar ketertinggalan peserta didik yang selama hampir dua tahun ini hanya belajar di rumah. Dengan kembalinya siswa-siswi ke sekolah, diharapkan pembelajaran menjadi efektif.
Penyebaran vaksin yang merata serta pengetatan protokol kesehatan diharapkan segera membantu berakhirnya pandemi Covid-19 di tanah Air, sehingga PTM bisa dilaksanakan dengan aman dan nyaman bagi pendidik dan siswa.
“Anak didik tetap harus didampingi secara ketat, tolong para pendidik, bu guru dan pak guru, anak-anak harus terus diingatkan agar penggunaan masker diperketat, membatasi konsumsi makanan di tempat umum, menjamin ketersediaan masker, dan sarana cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” ia mengingatkan.

