JATENG.NASDEM.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat SMA di Jepara sudah dimulai. PTM di awal tahun ini diikuti seluruh siswa. Tak hanya bagi SMA negeri, PTM 100 persen ini juga dilaksanakan SMA swasta.
Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Jepara Kak Nur Hidayat mengapresiasi keputusan pemerintah provinsi memulai PTM 100 persen itu. Meski kasus penularan dan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jepara melandai, pelaksanaan PTM 100 persen di Jepara harus mengutamakan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat.
“Jangan sampai ketika sekolah sudah dimulai semuanya seperti ini, malah terjadi lonjakan lagi. Prokesnya jangan sampai kendor,” ujar Kak Nur Hidayat, Senin (3/1).
Seiring dengan dimulainya PTM 100 persen, lebih lanjut Kak Nur Hidayat menjelaskan, pemerintah kabupaten didorong untuk menambah jumlah kelas dan sekolah pada jenjang SMA. Sebab, minimnya jumlah SMA di Bumi Kartini turut mempengaruhi indek pendidikan masyarakat (IPM) di Jepara.
“Baru saja permasalahan itu kami bahas pada rapat kerja komisi DPRD Jepara. Ada beberapa langkah, di antaranya kami dorong Pemkab (pemerintah kabupaten) agar segera menyampaikan dan menyurati pemerintah provinsi untuk pendirian dan penambahan SMA,” kata Kak Nur Hidayat yang juga menjabat Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jepara.
Selain mendorong Pemkab, Kak Nur Hidayat menambahkan, pihaknya juga mendorong masyarakat yang mengelola pendidikan, terutama SMA. Dimana SMA swasta diminta untuk meningkatkan sarana dan prasarana hingga menambah ruang kelas.
“Kepada masyarakat yang mengelola pendidikan swasta agar meningkatkan sarana dan prasarananya juga penambahan ruang kelas melalui yayasan pengelolanya,” Kak Nur Hidayat berharap. (NJ05)

