JATENG.NASDEM.ID – Ketua Komisi VII DPR RI Kak Sugeng Suparwoto menekankan pentingnya penerapan Energi Baru Terbarukan (EBT). Hal itu, ia sampaikan kembali saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) PT Vena Energy di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu (4/12) lalu.
Peninjauan ini bertujuan untuk mendorong terciptanya energi alternatif di Indonesia sekaligus dalam rangka fungsi pengawasan terhadap kinerja mitra khususnya Kementerian ESDM RI dan Kementerian Perindustrian RI. Komisi VII DPR RI mendorong Pemerintah berkomitmen terhadap penyediaan energi baru dan terbarukan (EBT) yang bersih dan berkelanjutan di Tanah Air.
“Kunjungan ini bertujuan untuk menemukan dan mempelajari dari best practices di lapangan. Komisi VII DPR sangat concern dengan clean and renewable energy. Saat ini kita tahu kita sedang ke arah sana,” ujar Kak Sugeng sebagaimana dikutip dari laman dpr.ri.go.id.
Legislator NasDem ini menekankan bahwa Indonesia telah meneken Paris Agreement yag telah diratifikasi dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim.
Tentu, adanya RUU EBT yang merupakan RUU Inisiatif DPR ini merupakan bukti komitmen Indonesia untuk memperoleh energi yang bersih, andal, dan tanpa tergantung pada energi fosil.
Walaupun pengembangan PLTS masih terdapat sejumlah tantangan seperti terbatasnya lahan untuk membangun infratruktur PLTS, Kak Sugeng tetap optimistis tantangan itu bisa dihadapi dengan menerapkan sistem floating sehingga infrastruktur tenaga surya bisa memanfaatkan danau atau laut untuk menyerap energi surya.
Kak Sugeng yakin, EBT menjadi jawaban dari kebutuhan energi di dalam negeri. Terlebih, Indonesia dianugerahi sumber daya alam (SDA) yang memiliki potensi untuk dibangun PLTS yang daapat mengakselerasi target EBT sebesar 23 persen di tahun 2025 hingga 31 persen di tahun 2050.
Ada pula Kelompok RE100 di sektor perindustrian yang berkomitmen untuk menggunakan 100 persen energi terbarukan bagi kegiatan operasional mereka.
“Tidak ada alasan. Indonesia harus memiliki energi baru terbarukan yang bersih tentu dan bisa diakses oleh rakyat. Apalagi di tengah komitmen dunia dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon,” kata Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa III tersebut.

