JATENG.NASDEM.ID – Pasca erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu lalu, Tim Tanggap Bencana Baret Rescue NasDem Jawa Timur langsung menuju ke lokasi yang terdampak untuk membantu para korban.
Hingga saat ini, Tim Rescue NasDem di bawah koordinasi Ketua DPW NasDem Jawa Timur, DPD NasDem Jember, dan DPD NasDem Lumajang telah melakukan penyisiran di berbagai area yang terdampak erupsi Semeru.
Sementara itu, para relawan tim rescue dari DPW NasDem Jateng telah tiba di posko, dan siaga sebagai tim backup dan monitoring.
Saat ini, DPD NasDem Lumajang telah membangun posko darurat dan dapur umum di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro. Keberadaan posko dan dapur umum untuk memudahkan proses menyalurkan bantuan untuk korban pengungsi erupsi serta memastikan warga mendapatkan logistik bahan kebutuhan makanan dan obat-obatan.
Selain mendirikan posko dan dapur umum, Tim Rescue NasDem turun ke lapangan untuk membantu warga mengevakuasi hewan ternak. Tim Rescue NasDem bersama Basarnas dan BPBD Lumajang juga diketahui menemukan jasad seorang ibu yang memeluk bayinya yang meninggal dunia akibat timbunan material erupsi.
“Rumahnya sudah rata tidak terlihat, tertimbun abu vulkanik, dan yang pertama kita lihat adalah bagian punggung ibunya. Mungkin anak kecil sedang dipeluk, waktu itu melindungi anaknya,” kata Koordinator Operasi SAR Tim Gabungan Baret Rescue NasDem Jember dan Lumajang Kak Radit, Senin (7/12).
Ia juga menceritakan betapa sulitnya untuk menjangkau lokasi penemuan korban tersebut. Menurut dia, Tim Rescue NasDem bahkan harus berjibaku membersihkan akses jalan yang terputus akibat terhalang pepohonan yang tumbang akibat terjangan material letusan.
Ia menekankan agar para Relawan Rescue NasDem untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi bencana susulan. Saat ini, Tim Rescue NasDem tengah melakukan rapat evaluasi dan koordinasi untuk pembagian tugas di lapangan.
Sebagai informasi, berdasarkan data terakhir yang dihimpun, jumlah korban meninggal akibat erupsi Gunung Semeru terus bertambah menjadi 21 orang. Sementara itu sekitar 27 orang lainnya masih dinyatakan hilang.


