JATENG.NASDEM.ID – Pandemi Covid-19 mengubah tatanan sosial secara cepat dan membuat disrupsi sebagai konsekuensi zaman. Apa yang selama ini dilakukan menjadi tidak terpakai setelah muncul pola baru.
Pandemi selama hampir dua tahun ini, membuat masyarakat tergantung dengan teknologi untuk berbagi hal-hal kebutuhan hari ini. Demikian juga di bidang pendidikan mengalami perubahan yang sangat drastis.
“Perubahan ini menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat. Suka tidak suka, mau tidak mau kita harus menghadapi perubahan ini. Teknologi telah mengubah pola kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru,” kata anggota Komisi 1 DPR RI Kak Charles Meikyansah saat memberikan sambutan pada Webinar Pendidikan bagi guru-guru di Kabupaten Temanggung pada Kamis (2/12).
Kak Charles mengajak kepada para guru agar mampu menguasai platform pendidikan serta terbiasa dengan perubahan itu. Dikatakan bahwa saat ini perlu menyelamatkan generasi Z dan milenial yang dalam 10 hingga 20 tahun ke depan akan memegang estafet kepemimpinan.
“Bonus demografi yang ada saat ini, bisa menjadi berkah tetapi juga musibah jika kita tidak bisa memanfaatkan. Selama hampir 2 tahun mereka menjalani pendidikan dengan cara daring. Jangan sampai nantinya terjadi lost generation yang akan merugikan,” ujar Kak Charles.
Menanggapi semakin banyak hoaks yang beredar di masyarakat, jajaran pendidikan harus memiliki tameng untuk menghadapinya. Mengutip pendapat dari Ki Hajar Dewantara, Kak Charles mengatakan setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.
Sementara itu, Bupati Temanggung yang diwakili oleh Staf Ahli Tri Raharjo mengatakan kebijakan physical distancing yang dilakukan selama pandemi menjadi dasar pembelajaran secara daring. Oleh karena itu dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guru harus cakap dan bisa beradaptasi dalam transformasi digital di sekolah.
Untuk itu sangat mendesak bagi guru untuk menguasai teknologi dengan cara yang menyenangkan, sehingga pembelajaran yang dilakukan juga menyenangkan bagi murid. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan Pemda Temanggung yang bersinergi dalam program literasi digital. (NJ25)

