JATENG .NASDEM.ID – Menjadi partai yang telah mengikuti dua kali pemilihan umum, NasDem dinilai sebagai partai yang memiliki progress sangat signifikan. Pengamat Politik Hendra Try Ardianto, MA menegaskan bahwa NasDem memiliki peluang untuk mewarnai politik di Kota Semarang.
Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Diponegoro itu tak memungkiri dominasi PDIP di Kota ATLAS ini, baik di ranah legislatif maupun eksekutif.
“Situasi politik di Kota Semarang, PDIP juga paling punya akar di basis. Namun, dilihat perpolitikan di Indonesia secara umum, meski ada beberapa partai punya basis kuat, tetapi ada floating voters yang memilih bukan berdasarkan ideologi atau party ID,” kata Hendra, di Semarang, Rabu (24/11).
Untuk itu ia memprediksi bahwa semua partai masih berpeluang meraih dukungan. “Partai apapun masih memungkinkan menang jika cukup serius memenangkan suara. Pemilih di Indonesia hampir serupa karakternya dengan pemilih di Eropa yang party ID nya tak terlalu kuat. NasDem bisa saja menghiasi walaupun kalau kita lihat konteks beberapa tahun terakhir NasDem tak cukup mewarnai,” ia mengingatkan.
Progres NasDem dalam usia yang cukup muda ini, menurutnya, bukan tak mungkin untuk memanfaatkan peluang pada Pemilu 2024 mendatang. Dengan catatan NasDem melakukan kerja-kerja yang intens.
Dosen muda ini juga menjelaskan bahwa masyarakat Semarang cenderung memilih partai berkarakter nasionalis dan religius. NasDem sebagai salah satu partai yang bercorak nasionalis berpotensi dipilih oleh masyarakat di samping PDIP maupuan Golkar.
“Jika kita flashback agak panjang sedikit, Partai Demokrat pernah berkuasa di sebuah masa, di mana itu bukan PDIP yang bahkan tergeser. Peluang apa saja bisa terjadi jika ada dinamika politik yang beragam,” ia menambahkan.
Meski tak dapat memprediksi secara pasti pada Pemilu 2024 mendatang, tetapi Hendra menilai bahwa NasDem merupakan partai modern yang cukup signifikan. Menurutnya, NasDem tak pernah salah memilih koalisi di eksekutif meski yang diusung bukan kadernya.
“Nasdem punya perhitungan siapa yang didukung dan berakhir dengan kemenangan. Ini artinya NasDem melakukan pembacaan politik yang cukup matang. Melakukan analisa yang cukup serius, memperhitungkan sesuatu secara rigid sehinga pilihannya saat berkoalisi mendapatkan kemenangan,” katanya memberikan pujian.

