JATENG.NASDEM.ID – Tangki kilang minyak Pertamina di Cilacap terbakar, diduga terjadi akibat sambaran petir, Sabtu lalu. Terhitung, sejak 1995, kebakaran tangki minyak Pertamina di Cilacap sudah terjadi tujuh kali dan disebabkan oleh faktor alam.
Atas peristiwa tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI Kak Sugeng Suparwoto meminta agar dilakukan investigasi dan audit menyeluruh pada kilang Pertamina yang berlokasi di Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, itu.
“Kami meminta investigasi dan audit menyeluruh terhadap kilang dan keamanannya,” ujar Kak Sugeng, Minggu (14/11).
Legislator NasDem itu mengatakan, kilang yang dibangun tahun 1970-1980an tersebut sudah tua dan belum ada pembaruan maupun pembangunan kilang baru. Untuk itu, kata Kak Sugeng, audit sangat diperlukan terutama terkait sistem keamanannya.
Kebakaran yang terjadi di kilang minyak tersebut menurut Kak Sugeng tidak cukup ditangani dengan evaluasi tambal sulam saja. Menurut Ketua Pemenangan Pemilu wilayah Jawa III ini, tantangan eksternal Kilang Pertamina Cilacap cukup besar, baik tantangan alam maupun lingkungan dan sosial.
Dampak alam seperti tekanan udara di selatan Pulau Jawa yang ekstrem yang diperparah dengan perubahan iklim yang luar biasa. Kemudian, terjadi pula abrasi yang cukup tinggi dan banyak sambaran petir saat hujan terjadi di wilayah tersebut.
Kodisi sosial si sekitar kilang minyak saat ini juga diketahui berbeda dengan saat dibangun pada tahun 1970-1980an yang menurut Kak Sugeng situasi keamanannya tak cocok lagi.
“Kejadiannya (kebakaran kilang) harus diinvestigasi mendalam, apakah karena alam, human error, atau teknikal alat yang tidak memadai. Tidak tertutup juga kemungkinan sabotase,” kata Kak Sugeng menegaskan.
Namun begitu, Kak Sugeng megapresiasi penanganan tim Pertamina yang dinilai sigap sehingga api cepat dipadamkan.

