JATENG.NASDEM.ID – Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Demak, dibekali bimbingan teknis dalam pengembangan produk UMKM. Sehingga produk UMKM di daerah dan di kota kecil mampu bersaing ke kancah yang lebih luas.
Hal itu mengemuka dalam focus group discussion (FGD) yang diselenggarakan Kemenparkraf bekerjasa dengan Sahabat Lestari di Bandengan Jepara, Senin (8/11).
“Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) terbilang lumpuh saat pandemi Covid-19 mengglobal. Dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Sektor Parekraf menjadi salah satu sektor andalan untuk pulih dan bangkit pascapandemi, dan PEN memberikan dukungan penuh untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Wakil Ketua MPR RI Kak Lestari Moerdijat dalam sambutannya.
Menyambut inisiatif pemerintah untuk mendorong tumbuhnya industri kreatif pada periode pemulihan dan kebangkitan ekonomi, diperlukan kreativitas, perpaduan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membangun dan mengembangkan unit usaha dimulai dari UMKM.
Selain itu, diperlukan pula adaptasi pada perubahan dengan melakukan inovasi berbasis digital di bidang Parekraf, untuk pemasaran produk, promosi wisata dan kolaborasi usaha.
Sub Koordinator Program dan Anggaran Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Noviantiar mengatakan langkah yang paling mudah mengembangkan produk UMKM yaitu memberikan pembinaan pelaku UMKM. Selain itu, memberikan bimbingan teknis peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
“Yang paling dekat dan mudah adalah pembinaan dulu, dibangkitankan dulu SDM-SDM-nya (pelaku UMKM), ketika ilmunya sudah didapat maka baru bisa membangkitkan produk-produknya,” ujar Noviantiar.
Selain produk ukir kayu, Noviantiar melanjutkan, banyak produk UMKM di Kota Ukir yang dapat dikembangkan. Ia menyebutkan seperti monel dan kain tenun. Selain mengembangkan produk, juga dapat dikembangkan branding produknya.
“Di Jepara saya melihat ternyata tidak hanya produk, tapi tadi juga sudah ada pengembangan branding,” kata Noviantiar.
Sekretaris DPD Partai NasDem Kak Nur Hidayat mengatakan selama pandemi industri kreatif di Kabupaten Jepara sangat terdampak pandemi Covid-19. Sehingga kondisi itu menyurutkan semangat para pekerja kreatif industri UMKM di Bumi Kartini.
“Namun dengan adanya kegiatan ini, saya yakin akan memberikan dorongan semangat dan motivasi kepada para peserta sehingga nantinya mampu bangkit setelah menghadapi pandemi,” kata Kak Nur Hidayat.
Kur Nur Hidayat berkeyakinan dengan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang melimpah dan masyarakat yang kreatif, industri UMKM di Bumi Kartini mampu bangkit dari keterpurukan akibat pandemi.
“Peninggalan masa lalu seperti industri UMKM tembikar, anyaman rotan dan bambu, kemasan, monel, perak, mainan anak, konfeksi, tenun, mebel, ukir kayu sebagai urat nadi kehidupan masyarakat perlu dijaga, kejayaan pernah dilalui Jepara, saya yakin mampu mewujudkan kejayaan Jepara itu lagi,” kata Kak Nur Hidayat mengingatkan. (NJ05)

