
JATENG.NASDEM.ID – Legislator NasDem Kak Frida Iriani merupakan sosok yang tidak asing lagi di dunia sosial di Kabupaten Rembang.
Sepak terjang perempuan yang lahir pada 6 Juli 1962 ini sangat menonjol di bidang sosial baik dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi IV DPRD yang membidang soal permasyarakatan, juga di organisasi kemasyarakatan, ataupun secara pribadi.
Keramahan dan perhatiannya, sangat tampak termasuk ketika menerima jateng.nasdem.id untuk suatu wawancara di Ruangan Fraksi NasDem, DPRD Rembang, Rabu (3/11). Kak Frida menyambut bahkan sejak di pintu masuk, hingga mengantar sampai ke ruangan. Begitulah, Kak Frida selalu memperlakukan setiap tamu yang hendak menemuinya.
Kak Frida menceritakan masa kecil, lahir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Ia harus merasakan sebagai anak yatim. Ayahnya yang merupakan veteran perang kemerdekaan berpulang kepada sang khalik, saat Kak Frida berusia 4 bulan. Hal itu membuatnya sejak kecil harus mandiri dan berani berjuang.
Saat di bangku sekolah dasar, kemudian ibunya menikah kembali. Sejak saat itu, ia ikut dengan budenya yang kebetulan belum memiliki momongan. Kak Frida juga membantu pekerjaan budenya yang saat itu berprofesi sebagai tukang jamu gendong.
“Saya ikut dengan Bude saya yang jualan jamu dan saya pun ikut membantu mempersiapkan bahan deplok, sampai tangan saya kapalen,” katanya mengenang.
Perjalanan hidup yang penuh perjuangan selalu ia syukuri sehingga bisa membuatnya seperti saat ini. Kak Frida pun tertanam jiwa sosial untuk membantu orang lain, terutama yang sakit. Ia tak segan mengantarkan berobat sampai rumah sakit luar kota. Semua itu tidak lepas dari pengalaman saat ia mengalami kesulitan dan ada orang membantu. Ia selalu merasa terpanggil untuk bisa membantu sesama.
“Saya bersyukur saya bisa seperti ini karena mengingat dulu kehidupan saya, sehingga saya terpanggil untuk membantu orang sakit dan lain sebagainya, karena saya yakin orang nandur bakal ngunduh,” katanya berfilosofi.
Kak Frida selalu turun tangan langsung, misalnya dalam mengantarkan pasien ke beberapa rumah sakit antara lain di Jakarta, ada juga yang di Semarang. Hampir semua rumah sakit yang dia kunjungi, ia mempunyai kontak dan kenal pegawainya.
Ia mengakui di balik niat yang baik itu kadang ada yang melihat sebelah mata. Pernah, kata kak Frida, ia mengantar salah satu pasien tetapi tidak diterima dengan baik bahkan sempat diludahi serta dianggap sebagai calo atau makelar. Namun, niat baiknya itu tidak menyurutkan untuk terus membantu mengantarkan pasien dan memantau perkembangan kesehatannya.
Tidak hanya pasien yang sakit saja, Kak Frida juga tergerak menolong pasien yang sakit jiwa (ODGJ). Bahkan, menghadapi ODGJ, sering sekali Kak Frida mendapat perlakuan kasar, hingga kekerasan secara fisik oleh para pasien yang diantarnya tersebut. Namun, tidak membuatnya kapok.
Kak Frida masih menggantung asa dalam bidang sosial yaitu ingin membangun asrama khusus bagi anak yang berkebutuhan khusus. Ia menilai anak-anak tersebut perlu mendapat perhatian. Ia mendorong pemerintah agar bisa memberikan prioritas kepada mereka.
Kak Frida yang tinggal di Desa Gedung Mulyo, Kecamatan Lasem, ini merupakan satu-satunya perempuan dari anggota Faksi Partai NasDem di DPRD Kabupaten Rembang. Ia berharap di hari ulang tahun ke-10 NasDem makin mampu menjadi partai politik yang selalu bisa melayani masyarakat. (NJ28)

