JATENG.NASDEM.ID – Penyandang disabilitas merupakan kelompok masyarakat yang rentan mendapatkan diskriminasi. Selain itu, mereka juga rentan mendapatkan kekerasan, prasangka, dan penolakan.
Tak heran, kaum disabilitas kerap memgalami hambatan dalam mendapatkan pelayanan serta kesempatan yang sama. Terlebih, para penyandang disabilitas dengan kondisi hidup yang kurang baik berpotensi mendapat makanan yang tidak mencukupi, perumahan yang buruk, kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi.
Anggota Departemen Kesehatan DPP Partai NasDem Kak dr Faiez Alauddien Reza Mardhika menyoroti kepedulian sesama untuk saling menguatkan. Dokter sekaligus aktivis muda ini tak dapat memungkiri kerentanan yang dialami oleh para penyandang disabilitas.
“Para penyandang disabilitas tak jarang dihadapkan dengan lingkaran kemiskinan dan kerentanan. untuk itu, kita perlu mengubah konsep charity menjadi empowerment,” kata Kak Reza dalam Parenting Talk yang digelar oleh DPW NasDem Jawa Timur pada Minggu (3/10) kemarin.
Ia menekankan bahwa sudah saatnya para penyandang disabilitas ini mendapatkan hak yang sama seperti masyarakat pada umumnya. Pentingnya empowerment bagi para penyandang disabilitas dinilai dapat mendorong mereka menjadi manusia yang berdaya.
“Saya juga menenkankan pentingnya pembenahan kurikulum bagi teman-teman disabilitas, dan perombakan sistem pendidikan segegrasi menjadi inklusi, dan pembenahan kurikulum,” tambah Kak Reza.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran dan pemahaman orang tua terkait kondisi anak juga akan sangat menentukan pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK). “Pendidikan untuk disabilitas yang membuat mereka mampu untuk setara dan berdaya,” kata dokter sekaligus pekerja sosial ini.
Sebagai seorang pelaku kesehatan, Kak Reza juga menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh tentang isu disabilitas bagi tenaga kesehatan. Hal ini menurutnya agar seluruh masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan sebagai hak hidup yang setara.
“Dari segi kesehatan saya juga menekankan pentingnya, pemahaman menyeluruh tentang isu disabilitas bagi nakes, deteksi dini disabilitas, dan pelayanan kesehatan yang aksesible bagi teman-teman ABK,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dari jumlah populasi dunia sekitar 7.854.965.732 jiwa, sebanyak 1 miliar orang diantaranya adalah penyandang disabilitas. Terdapat 30 juta orang dengan status penyandang disabilitas merupakan warga Indonesia. Pemerintah mengupayakan penyandang disabilitas menjadi prioritas dalam pembangunan.

