JATENG.NASDEM.ID – Pengurus DPD NasDem Wonogiri berdiskusi dengan Koordinator Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Jateng Harry Suswanto. Dapil 4 Jateng meliputi Kabupaten Sragen, Karanganyar dan Wonogiri. Diskusi dan koordinasi dilakukan di rumah Kordapil 4 Jateng di Purwosari, Solo.
Berbagai persoalan untuk memajukan partai dibahas dalam diskusi ringan tersebut. Di antaranya restrukturisasi kepengurusan, penataan struktur partai, langkah strategis mencapai target kursi DPRD, uniform, kesekretariatan, dan banyak lain.
Kak Harry optimistis terjadi peningkatan perolehan kursi legislatif di Pemilu 2024 mendatang. “Tolok ukur sementara adalah tekad teman-teman pengurus DPD penuh antusias. Kebersamaan yang sudah terjadi dan koordinasi yang sudah berjalan harus dipertahankan hingga Pemilu 2024” ujarnya menegaskan.
Lebih lanjut Kak Harry mengatakan uniform partai memang penting untuk menunjukkan jati diri. Menurutnya uniform itu adalah kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditunda-tunda agar dikenal masyarakat. Selain itu, ujar Kak Harry, papan nama partai juga tersedia. “Idealnya, saat pelantikan, semua pengurus mengenakan seragam. Pengurus yang melantik memberikan SK sekaligus papan nama yang terbuat dari MMT agar dipasang di tempat sekretariat,” katanya.
Kak Harry mengatakan inventarisasi pengurus lama NasDem sejak didirikan pada 11 November 2011 hingga sekarang perlu dilakukan. “Jika data sudah ada maka dijadikan database sehingga generasi pengganti tidak lupa sejarah. Saat HUT NasDem, mereka (pengurus lama) didatangi diuwongke,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD NasDem Wonogiri Kak Tri Wahyudi mengatakan kendala DPD Wonogiri saat ini adalah kekosongan wakil rakyat sehingga tidak bisa bergerak lincah. Juga hegemoni partai pemenang cukup kuat sehingga masyarakat seakan-akan sulit diajak berubah. “Namun konsep restorasi dan berpolitik tanpa mahar terus dikumandangkan agar demokrasi berjalan sesuai nafas reformasi,” katanya menjelaskan.
Kak TW mempertanyakan kapan orang cerdas dan orang pandai dari kalangan keluarga tidak mampu atau tidak kaya bisa menduduki jabatan, bisa ikut mengelola negara dan daerah jika tidak memiliki cukup finansial maju sebagai wakil rakyat. “Partai NasDem memberi ruang orang-orang cerdas dan pandai untuk maju menjadi wakil rakyat tanpa mahar,” ia menegaskan.
Menurut Ketua DPC NasDem Kecamatan Ngadirono Kak Yosep Rini Pantomo, politik tanpa mahar merupakan sebuah konsep yang dijalankan Partai Nasdem sehingga biaya politik menjadi rendah. “Diharapkan implementasi politik tanpa mahar dapat menekan korupsi di republik ini. Transparansi penggunaan anggaran dan pengelolaan keuangan negara tentu saja sangat penting,” katanya.
Muaranya, kata Kak Yosep, adalah terciptanya masyarakat Indonesia yang berkeadilan dan sejahtera seperti yang termaktub di dalam UUD 1945. (NJ13)

