JATENG.NASDEM.ID – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) perdana pada Senin (23/8) ini.
Instruksi Dindikpora yang menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Rembang kembali diselenggarakan karena PPKM di Kabupaten Rembang telah turun level 4 menjadi level 3.
Penerapan PPKM dilakukan dengan kapasitas maksimal 50 persen siswa. Kecuali untuk sekolah yang berada di zona merah masih diterapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
PTM perdana dilakukan setelah hampir 2 tahun ajaran diberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). PTM kali ini, hanya melibatkan kapasitas 50 persen jumlah siswa dan tetap mengacu protokol sesuai dengan SOP dari Dinas Pendidikan, dengan dua shift.
Sementara, durasi per pelajaran juga tidak seperti hari normal biasanya. Dengan demikian sudah dimulainya pembelajaran tatap muka memberi angin segar bagi dunia pendidikan dan bagi orang tua serta siswa itu sendiri.
Kebijakan PTM itu disambut positif Ketua Gemuruh NasDem Rembang Kak Imdadul Ashlach yang notebene merupakan seorang pengajar di sekolah swasta di Kecamatan Sedan.
“Syukur alhamdulillah pembelajaran tatap muka sudah dimulai. Hari ini Selasa mulai masuk hari yang ke-2 walau dengan prokes yang ketat, tapi cukup melegakan untuk kita semua berarti bertanda Covid-19 berkurang dan dengan pertimbangan yang matang oleh pemangku kebijakan,” katanya, siang ini.
Kak Imdadul mengatakan beberapa waktu lalu Gemuruh juga menyampaikan aspirasi lewat Fraksi NasDem di DPRD Rembang terkait pemberlakuan jam kerja dan mendesak segera untuk tatap muka dalam proses pembelajaran.
Desakan itu, juga ia sampaikan melalui pernyataan di media sosial YouTube, https://youtu.be/1sY7jqDmGfI. Ia meminta segera pembelajaran tatap muka dan miminta sosialisasi tentang Covid kepada pelajar dan masyarakat langsung sampai tingkat RT.
“Kemarin kita sudah berusaha menyampaikan aspirasi dari para orang tua dan khususnya Gemuruh lewat fraksi kita, dan saya seringkali menulis dan membuat statment di medsos untuk segera diadakan pembelajaran tatap muka dan sekarang sudah di mulai walau dengan aturan aturan yang sesuai prokes,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Fraksi NasDem yang membidangi pendidikan Kak Frida Iriani mengatakan dimulainya PTM cukup menggembirakan. Namun, ia berpesan jangan sampai lengah serta meminta lembaga pendidikan untuk terus melaporkan perkembangan anak-anak selama di sekolahan kepada pimpinan dan pihak terkait karena orang tua benar benar mengharapkan perkembangan anaknya dan dalam kondisi sehat.
“Saya kemarin menginformasikan kepada warga dan teman-teman di partai dengan adanya SE Bupati tentang PTM untuk putra-putrinya agar mempersiapkan diri dan menganjurkan kepada orang tua selalu memberi pesan kepada putra-putrinya mematuhi protokol kesehatan dengan 5M. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” katanya menekankan.
Dukungan proses belajar tatap muka juga disampaikan anggota Gemuruh Nasdem Rembang Kak Nur Azizah. Warga masyarakat Gandrirojo yang setiap harinya berjualan di sekitar sekolah swasta di kecamatan Sedan ini, tampak senang dengan adanya pembelajaran tatap muka yang sudah dimulai. Dengan demikian bisa menambah pendapatan keseharian dari berjualan.
“Dengan dimulainya pembelajaran tatap muka ini saya senang sekali. Selain saya (bisa) berjualan walau saat ini tidak banyak atau dengan shif dan menjalankan prokes. Anak-anak bisa mendapatkan pembelajaran secara langsung tidak capek lagi mendampingi anak anak daring,” ujarnya.
Harapan Kak Azizah dalam pembelajaran tatap muka segera bisa penuh dan berharap Covid-19 segera berkurang di Kabupaten Rembang, sehingga bisa aktivitas seperti sediakala. (NJ28)


