JATENG.NASDEM.ID – Keterbatasan logistik dana dan uniform tak menyurutkan niat dan tekad pengurus DPC Partai NasDem Kecamatan Nguntoronadi untuk menyambangi desa-desa
Kegiatan sambang desa dilakukan Ketua DPC NasDem Nguntoronadi Kak Supriyanto bersama pengurus bidang Bappilu DPC NasDem Nguntoronadi Kak Soenarto Sonokarto.
Kak Supriyanto menyatakan mereka berdua sepanjang hari kemarin menyambangi desa bersilaturahmi menemui pengurus DPC dan warga setempat. Menurutnya, silaturahmi dibarengkan dengan kegiatan takziyah ataupun kegiatan sosial lain di suatu desa tersebut.
“Kemarin kami bersama Bappilu Nguntoronadi takziah ke Dusun Papringan, Desa Kulurejo. Kebetulan di Dusun Papringan itu ada kader NasDem namanya Kakak Surati dan singgah untuk bincang-bincang ringan,” ujar Kak Supri, Jumat (13/8).
Lebih lanjut Kak Supriyanto bercerita dalam perbincangannya terungkap semenjak ada kader NasDem di Dusun Papringan, warga mulai mengenal Partai NasDem. “Kak Surati bercerita dua bulan yang lalu dia masih sendiri, tetapi sekarang sudah lebih 10 kader di dusun itu dan menular di dusun lain di desa itu. Semoga keberadaan kader NasDem di setiap dusun memberikan manfaat bagi warganya,” katanya.
“Kami berdua mampir ke tempat Kak Surati yang sebetulnya belum pernah ke rumahnya walaupum kami sudah lama kenal dan menjadi teman di grup NasDem Nguntoronadi,” ia menambahkan.
Melihat antusiasme warga di daerah dengan hadirnya NasDem, Kak Supri berharap semoga nantinya NasDem menjadi partai besar. “Di desa (Kulurejo) itu sebelumnya warga tidak kenal tetapi sekarang kenal. Kami berbincang banyak tentang NasDem dan Kak Surati kami harapkan maju (caleg) dan melanjutkan cita-cita pengurus bidang Bappilu untuk membentuk pengurus DPRt di desa tersebut,” katanya
Sebelumnya, Wakil Ketua Bappilu Wonogiri Agus Kiyatmoko mengatakan modal yang dimiliki kader NasDem Wonogiri adalah loyalitas dan tekad agar NasDem Wonogiri terus muncul dan dikenal masyarakat. Kak Agus, menyatakan keterbatasan lain adalah uniform partai tak dimiliki oleh pengurus DPD maupun DPC. Menurutnya, DPC-DPC yang sudah ber-SK masih terkendala berbagai logistik sehingga untuk menemui 10 tokoh masyarakat belum bisa maksimal.
“Selama ini, strategi yang dilakukan ya SKSD Palapa saja (Sok Kenal Sok Dekat, Padahal tidak punya apa-apa),” kata Kak Supri berseloroh. (NJ13)

