18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

NasDem Surakarta Berduka: Sekretaris DPD KRAP Eko Susanto Adiningrat SH Wafat

JATENG.NASDEM.ID – Sekretaris DPD NasDem Surakarta KRAP Eko Susanto Adiningrat wafat dalam usia 47 tahun, Minggu (25/7), pukul 11.30 WIB di Rumah Sakit Daerah Mawardi, Solo. Almarhum sempat menjalani perawatan sejak 29 Juni 2021 karena terpapar Covid-19. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Bonoloyo Surakarta sekitar pukul 17.30 WIB dalam protokol Covid.

Menurut Ketua DPD NasDem Surakarta Pardiman, Kak Eko Susanto yang terlahir 24 Oktober 1974 itu meninggalkan seorang istri Christina Emawati dan dua orang anak yaitu Sasmito Agung Nugroho serta Dyah Ayu Puspitasari. ‘’Almarhum mempunyai kormobit, darah tinggi, jantung dan diabetes,’’ ujar Kak Pardiman, sore ini.

Sosok Kak Eko yang merupakan jebolan Fakultas Hukum Universitas Surakarta tersebut memang sejak muda aktif di dunia pergerakan dan politik. Karier politiknya dimulai pada 1998 dengan bergabung di Partai Damai Sejahtera (PDS) yang mengantarkannya menjadi anggota DPRD Surakarta periode 1999–2004 mewakili Kecamatan Jebres.

“Setelah 2004 beliau vakum di bidang politik dan kemballi menekuni profesinya sebagai pengacara,” ujar Kak Pardiman yang telah mengenal Kak Eko sejak usia muda. “Hubungan saya dengan Kak Eko sudah seperti saudara sendiri,” katanya menambahkan.

Itu sebabnya, secara pribadi maupun keorganisasian, Kak Pardiman sangat kehilangan. “Beliau itu ibaratnya adalah jantung bagi NasDem Surakarta,” katanya.

Menurut Kak Pardiman, setelah mundur dari panggung politik pada 2004, almarhum sepertinya ‘gatel’ juga dengan dunia yang pernah membesarkannya. ‘’Makanya pada 2012, beliau bergabung dengan NasDem sebagai Ketua Bappilu Surakarta,’’ Kak Pardiman menjelaskan.

Sebagai ketua Bappilu, lanjut Kak Pardiman, pada paruh waktu 2014 ia juga sering memberikan pembekalan-pembekalan kepada para calon anggota legislatif dari NasDem, ‘’Termasuk Kakak Eva Yuliana itu adalah salah satu yang mendapatkan pembekalan dari Kak Eko pada 2014,’’ ujarnya.

Keterlibatan Kak Eko di NasDem Surakarta semakin dalam, ketika ia mendapatkan amanah sebagai Sekretaris DPD pada 2019 lalu. ‘’Bersamaan dengan itu, beliau juga nyaleg untuk DPRD Surakarta dari Kecamatan Jebres, namun belum cukup suara untuk bisa melenggang ke Gedung DPRD,” ujar Kak Pardiman.

Sebagai seorang sekretaris, Kak Eko tidak hanya menempatkan diri sebagai seorang juru tulis saja, melainkan lebih menjadi inisiator bagi organisasi. ‘’Beliau itu ibaratnya jantung bagi NasDem Surakarta,’’ kata Kak Pardiman menekankan.

Menurut Kak Pardiman, banyak hal-hal baik dan ide-ide besar yang datang dari Kak Eko. ‘’Saat ini kami sedang gencar-gencarnya membangun empat posko NasDem Pasma (Posko Aspirasi Masyarakat), dan 54 posko NasDem Gasmas (Gardu Aspirasi Masyarakat). Posko Pasma di kecamatan, dan Gasmas di Kelurahan,’’ Kak Pardiman menjelaskan.

Menurut Kak Pardiman, ide dari pendirian posko-posko itu datang dari seorang yang bernama Eko Susanto yang saat ini sudah mendahului sowan Gusti Alah di surga.

Kak Eko yang tumbuh di Solo, sangat paham dengan kondisi psikologis warga Solo serta peta politik di wilayah Surakarta. ‘’Karena itu, Kak Eko selalu menekankan pentingnya kewaspadaan dalam berpolitik. Segala sesuatu harus dipikirkan secara cermat dampak positif dan negatif, sebab jika salah melangkah, maka akibatnya akan fatal, apalagi di Solo yang kahanan politiknya didominasi oleh satu partai politik tertentu,’’ ujar Kak Pardiman yang selalu ngugemi prinsip-prinsip berpolitiknya Kak Eko itu. Selamat Jalan Kak Eko.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top