JATENG.NASDEM.ID – Koordinator Dapil 12 Jawa Tengah H Fajar Sigit Kusumajaya bersama Garda Pemuda Partai NasDem Kabupaten Tegal melakukan penyemprotan disinfektan di Desa Slawi Kulon. Kegiatan yang digelar setelah pelaksanaan Idul Adha itu sebagai bentuk kepedulian memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.
Penyemprotan dilakukan ke sejumlah rumah ibadah dan pemukiman padat penduduk di Desa Slawi Kulon Kecamatan Slawi. Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan dua alat penyemprotan cairan disinfektan.
“Kami dari NasDem melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa lokasi seperti sejumlah rumah ibadah dan pemukiman padat penduduk,” kata Kak Fajar kepada Jateng.Nasdem.id, Minggu (25/7).
Selain melakukan penyemprotan, pengurus DPD Partai NasDem Tegal juga membagikan ratusan masker kepada warga Desa Slawi Kulon.
“Penyemprotan ini dimulai dari setiap sudut-sudut pekarangan rumah warga maupun sejumlah fasilitas umum sebagai tempat penyebaran virus corona,” katanya menjelaskan.
Ia menambahkan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Partai NasDem terhadap warga dalam mencegah penularan virus Corona, setelah Kabupaten Tegal masuk zona merah Covid-19 dan memberlakukan PPKM level 4.
Covid19.tegalkab.co.id mencatat kasus Covid-19 kumulatif per Jumat 23 Juli 2021sebanyak 11.985 kasus. sementara Penambahan kasus positif baru 95 orang, positif Sembuh 68 orang, sedangkan positif meninggal 8 orang. untuk itu, Kabupaten Tegal dinyatakan sebagai zona oranye dengan risiko penularan sedang.
“Ini sebagai bentuk kepedulian kami dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona,” tuturnya.
Rencananya, penyemprotan disinfektan ini akan terus dilakukan secara bertahap oleh Garda Pemuda Partai NasDem dengan menyasar sejumlah tempat termasuk area publik yang ramai dikunjungi warga.
“Sudah ada laporan yang masuk ke data kami, minta untuk wilayahnya dilakukan penyemprotan. Mereka sangat mendukung upaya kami ini,” ujarnya.
Penyemprotan masih difokuskan ke daerah zona merah, salah satunya di wilayah Kecamatan Slawi yang terdiri dari 5 desa dan 5 kelurahan. Desa Slawi Mulon merupakan daerah zona merah Covid-19 dan cukup luas wilayahnya meliputi 9 RW, rata-rata jumlah warga tiap RW yang terpapar cukup banyak.
“Permintaan warga diharapkan agar penyemperotan disinfektan dapat merata di wilayah tersebut. Kami pun sambut baik saran tersebut dan akan diupayakan ada penyemprotan sebagaimana harapan warga,” katanya.
Kak Fajar juga secara langsung menyapa warga sekitar sekaligus memberikan semangat dan imbauan terkait pentingnya vaksin dan mematuhi instruksi pemerintah. Ia juga menyampaikan kepada warga bahwa pemerintah sangat serius melindungi, menjaga keselamatan rakyatnya dari pandemi ini, dan menekankan pada warga untuk hati-hati terhadap hoaks. (NJ27)

