18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Djadjat Sudradjat Harapkan Muhammadiyah Jadi Pelopor Islam Wasathiyah

JATENG.NASDEM.ID – Anggota DPRD Kabupaten Banyumas Djadjat Sudradjat meminta warga Persyarikatan Muhammadiyah terus menjadi pelopor praktek Islam wasathiyah (modern, jalan tengah). Sebab, itulah yang telah diteguhkan Muhammadiyah sejak berdirinya organisasi ini. Terbukti ketika membentuk negeri ini banyak tokoh persyarikatan terlibat dan bersepakat memilih bentuk negara kesatuan republik Indonesia yang mewadahi keberagaman atau kemajemukan.

Kak Djadjat mengatakan hal itu ketika menyerahkan bantuan uang Rp 35 juta untuk pembangunan Gedung Dakwah Muhamadiyah Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, beberapa hari yang lalu. Sumbangan itu berasal dari dua kader NasDem, yakni Kak Djadjat sendiri dan Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto.

Kak Sugeng yang berasal Dapil VIII (Banyumas dan Cilacap) di tingkat pusat. Kak Sugeng juga merupakan Ketua Bidang Pemenangan Jawa III (Jawa Tengah dan DIY). Sementara Kak Djadjat yang berasal dari Dapil Banyumas V (Lumbir, Gumelar, Pekuncen, Ajibarang) adalah Sekretaris NasDem Kabupaten Banyumas.

“Sumbangan Muhammadiyah untuk bangsa dan negara tak diragukan lagi. Sejak berdiri pada 1912, kiprah organisasi ini tak pernah berhenti dalam bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan amal usaha yang jumlahnya amat banyak. Nasdem mengapresiasi dan berkewajiban mendukung kiprah Muhammadiyah yang sudah amat nyata manfaatnya itu. Selain itu, yang tak kalah penting yang kian meneguhkan dirinya sebagai Islam modern atau wasathiyah,” kata Kak Djadjat.

Bantuan diterima Ketua Pimpinan Cabang Muhamadiyah Kecamatan Lumbir H Supriyadi yang disaksikan beberapa pengurus yang tengah melakukan rapat koordinasi. Supriyadi mengucapkan terima kasih tak terhingga atas bantuan tersebut, dan segera meneruskan pembangunan yang beberapa hari terhenti karena memang menunggu dana terkumpul lagi. Gedung dakwah berlantai dua berbiaya Rp.1,2 miliar itu ditargetkan selesai tahun 2021 ini.

Supriyadi juga menjelaskan sejak gedung dakwah dibangun, sumbangan dari anggota, baik berupa uang, material, tenaga, konsumsi bagi yang bekerja, tidak pernah berhenti. Karena kekuatan Muhammadiyah memang pada militansi dan keikhlasan beramal. Motto yang diajarkan sang pendiri, KH Ahmad Dahlan, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah” rupanya dipegang teguh dan dipraktikkan dengan konsisten oleh warga persyarikatan Lumbir.

Tetapi, karena yang diurus Muhammadiyah tak hanya pembangunan gedung dakwah, butuh juga bantuan dari para pihak. Menurut Djadjat, sumbangan dari para kader Nasdem tersebut menunjukkan bahwa partai ini juga mendorong dan mendukung kiprah Muhammadiyah sebagai ormas Islam tertua dan modern. Di awal Partai Nasdem didirikan, lanjut Djadjat, juga ada beberapa tokoh Muhammadiyah yang terlibat. Jadi hubungan Nasdem-Muhammadiyah bukan hal baru.

Kak Djadjat mengungkapkan, ketika Partai Nasdem meluncurkan Alquran Digital pada 2017, beberapa tokoh Muhammadiyah ikut mendukungnya. Menurut Djadjat, meskipun NasDem bukan partai yang berbasis agama, tapi NasDem sebagai partai politik yang pertama menginisiasi dibuatnya Alquran Digital. Alquran ini disertai terjemahan bahasa asing dan 17 bahasa daerah, salah satunya bahasa Jawa Banyumas.

Kak Djadjat yang juga mantan Pemimpin Redaksi Media Indonesia ini mengharapkan gedung dakwah juga memiliki ruang perpustakaan. Karena tingkat literasi bangsa Indonesia masih rendah, maka Muhammadiyah mesti menarik warga persyarikatan khususnya, dan masyarakat pada umumnya, untuk kembali membaca buku.

Seraya mengutip berbagai survei, salah satunya dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) pada 2019, Kak Djadjat mengungkapkan, Indonesia menempati urutan 60 dari 70 negara yang dalam soal literasi. Ini artinya rendah tingkat literasi kita. Pengertian literasi lanjut Djadjat, berkaitan dengan kemampuan kita membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah.

“Di dunia medsos bebas membaca apa saja, Muhammadiyah yang punya tradisi pendidikan yang kuat, harus mengajak anak-anak muda kembali membaca buku. Sebab, buku adalah karya yang telah melalui proses panjang dan matang. Jadi tingkat kebenarannya jauh bisa dipegang dibandingkan berbagai tulisan di medsos yang sepotong-sepotong. Tak mungkin kemajuan bisa diraih dengan tingkat literasi yang rendah,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kak Djadjat juga mengajak warga Muhammadiyah menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama pandemi Covid ini. Selain itu, ia juga minta agar warga persyarikatan selektif menerima informasi di medsos khususnya berkaitan dengan Covid-19. Karena banyak sekali informasi dusta alias hoaks yang masuk di media sosial.

“Jika kita termakan hoaks, akan kian lama lagi kita lepas dari corona. Misalnya yang mengatakan vaksin itu tidak halal dan bisa membunuh, itu tidak benar. Sebuah vaksin tertentu ketika dipakai sudah melalui berbagai uji coba dan MUI juga sudah mengeluarkan sertifikat halal. Semakin cepat dan banyak yang divaksin, penduduk Indonesia akan semakin cepat pandemi ini berlalu. Tapi jika banyak yang antivaksin, terlebih karena termakan hoaks, kita akan semakin lama menderita,” pungkas Djadjat yang juga pemilik kartu Wartawan Utama dari Dewan Pers dan PWI.*

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top