JATENG.MEDIA.ID – Setelah ‘mengolah’ sektor industri rokok herbal, Nasdem Temanggung terus melakukan aneksasi pengaruh ke sejumlah sektor perekonomian masyarakat lainnya. Kemarin, Wakabid Organisasi dan Keanggotaan Eko Budi Hartono, menyambangi pemilik pabrik kayu lapis Dwi Feriyanto.
Menurut Kak Toni panggilan akrab Eko Budi Hartono, secara garis besar, Pak Dwi Feriyanto menyampaikan ketertarikannya untuk membantu Partai NasDem. Meskipun ia seorang pengusaha, lanjut Kak Toni, namun memiliki perhatian sangat besar terhadap kondisi masyarakat khususnya terkait dengan perpolitikan.
Sebagai pengusaha, lanjut Kak Toni, Pak Dwi Feriyanto punya banyak pengalaman ketika berhadapan dengan aparat pemerintah atau para birokrat lainnya.
‘’Beban yang ditanggung oleh dunia usaha itu sebenarnya tidak hanya melulu terkait langsung dengan proses produksi, tetapi juga ada biaya overhead yang kadang-kadang sangat tinggi. Salah satu jenis dari komponen biaya itu adalah sejumlah pungutan,’’ katanya.
Menurut Kak Toni, sampai pada pembicaraan itu, ia menjelaskan tentang sikap Partai NasDem yang tidak menerima mahar sepeserpun terkait dengan pilkada maupun pemilu.
‘’Kepada Pak Dwi saya juga jelaskan, latar belakang NasDem tidak menerima mahar politik. Karena, salah satu faktor yang menyebabkan tingginya biaya politik adalah adanya mahar untuk partai politik,’’ ujarnya.
Selanjutnya, Kak Toni menjelaskan ke Pak Dwi bahwa seorang kepala daerah atau siapapun yang mengikuti pileg dan pemilu, harus berfikir untuk bagaimana caranya mengembalikan modal yang sudah dikeluarkan demi menggapai posisi tersebut.
‘’Disamping itu, juga harus berikthiar agar bisa mengumpukan kapital sehingga bisa mempertahankan posisinya dalam pileg atau pilkada selanjutnya,’’ ujarnya.
Sikap NasDem untuk tidak menerima mahar politik ini, lanjut Kak Toni, adalah sebagai upaya untuk memutus mata rantai tingginya biaya politik di Tanah Air.
‘’Jadi sebelum bangsa ini sibuk memutus mata rantai penyeberan Covid-19 yang mematikan itu, NasDem sudah lebih dahulu berikthiar untuk memutus mata rantai tingginya biaya politik yang bisa menetaskan korupsi, komisi proyek, pungutan, dan sejenisnya,’’ ujarnya.
Menurut Kak Toni, dalam diskusi tersebut, Pak Dwi merasa sangat cocok dengan paradigma dan kebijakan yang diambil oleh Partai NasDem. Bahkan, Pak Dwi menyebutkan partai besutan Surya Paloh itu telah memecahkan batu sandungan yang menghalangi tercapai cita-cita kebangsaan, yaitu terbentuknya masyarakat yang adil dan sejahtera,
Seperti diketahui, daerah Temanggung selain dikenal penghasil Tembakau dan Kopi, sejak 15 tahun terakhir ini juga popular sebagai wilayah penghasil kayu olahan atau playwood yang sebagian besar dieksor ke China dan Taiwan.
Kondisi geografis Temangungg sangat cocok untuk tanaman kayu sengon atau albasia. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung, Agus Sarwono, di wilayahnya beroperasi puluhan pabrik playwood dengan melibatkan ratusan tenaga kerja secara langsung, belum termasuk para petani dan pengepul kayu sengon yang tersebar hampir di seluruh wilayah Temanggung.
Bagian Humas dan HRD CV Cipta Usaha Mandiri di Kecamatan Ngadirejo Purwo Giri Wicaksono menyebutkan permintaan kayu olahan paling banyak dari China dan Taiwan, sedangkan permintaan dari Malaysia, Jepang, dan Korea hanya sekitar 25 persen. “Produk-produk kayu olahan yang diekspor dari Temanggung antara lain barecore, blockboard, dan plywood,” katanya.
Giri menambahkan, saat ini setiap minggu perusahaannya dapat mengirim lima kontainer barecore ke China maupun Taiwan. Namun demikian, saat permintaan ekspor meningkat, kendalanya pada ketersediaan bahan baku. “Guna mencukupi bahan baku, kami mendatangkan kayu albasia dari Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan dari Sumatera dan Kalimantan,” pungkasnya.


