18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

15 Catatan Fraksi NasDem Atas Laporan APBD 2020 Bupati Jepara

JATENG.NASDEM.ID – Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten memberikan 15 catatan terhadap laporan pelaksanaan APBD 2020 oleh bupati Jepara. Catatan Fraksi Partai NasDem itu disampaikan Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem Padmono Wisnugroho dalam rapat paripurna.

Disampaikan Wisnu, catatan pertama menyoroti kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Dimana OPD dinilai kurang memahami perencanaan penganggaran. Juga kurang memahami pengelolaan keuangan. Akibatnya, terjadi terlambatan pengajuan pencairan dana.

“Ini menunjukkan bahwa OPD tidak Profesional dalam menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Pratikno usai rapat, Kamis (15/7).

Catatan kedua menyoroti kinerja Perumda Aneka Usaha dan PDAM. Dimana kedua perusahaan pelat merah itu selama ini tidak pernah memberikan PAD (pendapatan asli daerah) yang masuk akal.

“Penyertaan modal untuk Perumda sebesar Rp16 miliar dengan biaya promosi Rp338 juta, tetapi keuntungan yang bisa diberikan kepada pemerintah daerah hanya Rp135 Juta. Kemudian biaya operasional PDAM yang mencapai Rp4,73 miliar tidak sebanding hasil yang didapat. Itu baru sebagian contoh catatan dan masih banyak catatan lainnya untuk Perumda dan PDAM,” kata Wisnu menegaskan.

Fraksi Partai NasDem juga memberikan catatan atas banyaknya aduan dari masyarakat tentang pajak bumi bangunan (PBB). Dimana banyak warga yang setiap tahun sudah bayar PBB kepada desa, tetapi kenyataannya masih menunggak Pajak.

Catatan lainnya, banyak ditemukan anggaran Gaji dan Tunjangan ASN OPD yang tidak terserap sempurna. Rinciannya, di Disdikpora, gaji dan tunjangan ASN hanya terserap 86,61 persen atau Rp413,4 miliar dari total Rp477,3 miliar. Di Dinas Kesehatan, gaji dan tunjangan ASN hanya terserap 46,89 persen atau Rp5,4 miliarl dari total Rp11,6 miliar.

Kemudian di DiskopUkmNakertrans, gaji dan tunjangan ASN hanya terserap 73,32 persen atau 2,4 Milyar dari total 3 Milyar. Lalu, di DinsosPermaDes, gaji dan tunjangan ASN hanya terserap 71,71 persen atau Rp1,8 miliar dari total Rp2,5 miliar.

“Kami juga memberikan catatan bahwa OPD tidak dilibatkan dalam pembahasan refokusing, sehingga membuat anggaran refokusing tidak bisa terserap dengan baik. Refokusing untuk Covid-19 masih ada silpa kurang lebih sekitar Rp40 miliar, artinya perencanaan refokusing masih belum terencana dengan baik,” Wisnu memaparkan.

Fraksi Partai NasDem juga menyoroti kurangnya inovasi dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dalam Proses Belajar Mengajar di masa Pandemi Covid-19. Lalu, pelaksanaan promosi dan mutasi jabatan diminta mengedepankan substansi.

“Masih ada catatan-catatan lainnya, seperti program recovery ekonomi yang belum jelas, kurangnya edukasi dan koordinasi Dinkes dengan Satgas Desa, lalu belum sempurnanya Perda CSR, dan masih ada beberapa hal lainnya,” pungkas Wisnu. (NJ05)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top