JATENG.NASDEM.ID – Ketua DPP NasDem Pemenangan Jawa III (Jateng dan DIY) Sugeng Suparwoto meminta publik untuk membangun narasi positif dengan mengedapankan sikap optimistis dalam menghadapi meningkatnya jumlah warga yang terpapar Covid–19.
‘’Pekan-pekan ini kondisinya memang berat, jumlah yang terpapar Covid–19 kian meninggi. Namun, di tengah-tengah badai ini, kita perlu mengembangkan wacana bahwa Indonesia tidak akan takluk di depan pandemi ini,’’ ujar Sugeng Suparwoto yang juga Ketua Komisi VII DPR RI itu.
Mantan jurnalis yang akrab dipanggil Kak Sugeng ini mengajak semua elemen mayasyarakat selalu menggunakan framing positif ketika hendak melemparkan wacana tentang kondisi masyarakat saat ini. ‘’Sederhana saja sih pola pikirnya, yang diserang oleh virus ini adalah daya imun kita. Kalau kondisi kebugaran kita lemah, maka potensi terpapar menjadi besar,’’ katanya.
Menurut Kak Sugeng, ada banyak cara untuk menjaga imunitas itu seperti menjaga asupan ke tubuh agar tetap bugar, selain itu juga menjaga kondisi psikologis. ‘’Dalam konteks menjaga kondisi psikologis masyarakat ini, maka membangun narasi positif atas kondisi yang sekarang ini sedang terjadi, menjadi bantalan yang kuat untuk menjaga kenyamanan suasana batin masyarakat,’’ ujarnya.
Senada dengan itu, sebelumnya Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan di tengah upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, gerakan melawan narasi-narasi hoaks terkait Covid-19 harus masif dilakukan.
“Pada titik krusial dimana kita membutuhkan dukungan penuh masyarakat dalam mematuhi kebijakan pengendalian Covid-19, gangguan informasi yang berpotensi menciptakan keraguan di tengah masyarakat harus dilawan dengan informasi yang benar dan mudah dipahami,” kata anggota DPR RI dari Fraksi NasDem Lestari Moerdijat, (NASDEM.JATENG.ID, Senin 28/6).
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendesak para pemangku kepentingan terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat lewat sebaran secara masif narasi-narasi yang memberi pemahaman kepada masyarakat terkait kebijakan pengendalian Covid-19 yang dijalankan pemerintah.
Selain itu, anggota dewan dari Dapil II (Demak, Jepara, Kudus) Jateng yang sering dipanggil Mbak itu menegaskan pentingnya agresivitas sebaran narasi-narasi yang memadai untuk melawan ujaran atau narasi hoaks terkait Covid-19 yang beredar masif di tengah masyarakat. Jangan sampai, kata Mbak Rerie, narasi hoaks lebih dipercaya daripada narasi dari pemerintah.
Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat per 10 Maret 2021 total isu hoaks terkait Covid-19 sebanyak 1.470 isu yang dicatat pada rentang waktu 23 Januari 2020 hingga 10 Maret 2021. Hingga akhir Januari 2021, Tim AIS Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, telah memblokir 1.900 sebaran berita hoaks terkait pandemi COVID-19. Namun, narasi-narasi hoaks terus diproduksi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Seiring dengan upaya memenuhi kebutuhan pengendalian Covid-19 di sisi hilir seperti penambahan ruang isolasi, ruang ICU, ventilator, kebutuhan oksigen, obat-obatan, vaksinasi dan tenaga kesehatan, menurut Mbak Rerie, upaya masif meredam narasi-narasi hoaks harus konsisten dilakukan.
Tujuannya, Mbak Rerie menegaskan, agar tingkat kepercayaan masyarakat yang sudah terbangun tidak tergerus dampak narasi-narasi hoaks yang tidak bertanggungjawab.


