JATENG.NASDEM.ID – Memanfaatkan masa reses, anggota DPRD Rembang dari Fraksi NasDem Supriyadi Eko Praptomo menggelar halalbihalal sekaligus mendongkrak perolehan e-KTA sebagaimana telah ditargetkan oleh pengurus wilayah kepada setiap anggota dewan di Jateng.
“Kami menjaring aspirasi masyarakat, ini nantinya akan dirumuskan menjadi usulan dan alat pengawasan bagi eksekutif. Disamping itu, tentu saja forum ini sebagi sarana untuk silaturahmi halalbihalal guna mendapatkan energi baru sebagai landasan perjuangan ke depan,” ujar Supriyadi Eko Praptomo, Jumat (22/5).
Menurut Supriyadi Eko Praptomo yang juga Wakil Ketua DPRD Rembang itu, wajib hukumnya bagi setiap anggota dewan untuk melanjutkan komunikasi dan silaturahmi dengan para konstituennya.
“Ada semacam kewjiban moral bagi kami untuk senantiasa mendekati dan berkedekatan dengan para pemilih, sebab kalau tidak, maka kami akan dikategorikan seperti kacang melupakan kulitnya,” ujarnya.
Sebab menurutnya, keterpilihan sebagai anggota DPRD tingkat kabupaten itu sangat tergantung kepada sejauh mana relasi sosial yang dimiliki. Ia mencontohkan di Rembang, dalam Pileg 2019 lalu terbagi dalam tujuh dapil untuk memperebutkan 45 kursi DPRD.
Ia menyebutkan Dapil I Kecamatan Rembang, kursi yang diperebutkan adalah enam buah. Ada 14 partai yang ikut berlaga, yang artinya untuk bertarung di Kecamatan Rembang yang terbagi dalam 34 kelurahan/desa, harus berkompetisi dengan 84 calon anggota legislatif.
“Jadi kami harus saling mengenal dengan masyarakat yang akan menggunakan hak suaranya, kalau tidak kenal, yang mereka akan memilih yang dikenal,” katanya.
Selain relasi sosial, lanjut Supriyadi, keterpilihan seorang caleg tingkat DPRD Kabupaten/Kota juga ditentukan oleh pertimbangan-pertimbangan rasional.
‘’Jangan lantas berfikir kalau sudah kenal menjadi jaminan bakal terpilih. Disamping kenal, para pemilih juga akan mempertimbangkan faktor kemampuan sang calon. Kalau pemilik suara tidak yakin, bahwa caleg yang ia kenal itu akan mampu menjalankan tugasnya, maka ya selamat tinggal. Pemilik suara akan memilih orang lain, yang ia kenal dan dipandang mampu,’’ ujarnya.
Disamping punya relasi sosial yang baik dan memiliki aseptabilitas positif, kata Supriyadi, sang calon juga harus melengkapi dirinya dengan modal ekonomi. ‘’Uang atau bantuan lain, sebenarnya adalah alat atau sarana untuk menebalkan relasi sosial dan pilihan rasional masyarakat. Jadi kalau sudah dikenal, juga dipandang mampu bekerja, maka dengan memberi bantuan ke publik, tingkat keterpilihan menjadi kian besar,’’ katanya.
Pada Pileg 2019 lalu, NasDem Rembang mampu memetik buah termanis dari dua kali mengikuti pemilu. Bila dalam Pileg 2014 hanya kebagian tiga kursi maka di 2019 melonjak jadi tujuh kursi, sekaligus menyabet posisi wakil Ketua DPRD. Supriyadi Eko Praptomo adalah salah satu dari tujuh kader NasDem yang saat ini duduk di kursi DPRD setempat.
Data terakhir perolehan e-KTA, ia sudah mendekati capaian target 500 e-KTA sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pengurus wilayah. Dari tujuh anggota Dewan, baru ada dua anggota yang hampir mendekati target capaian, sedangkan lima anggota lainnya masih berjuang.
