JATENG.NASDEM.ID – Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Fajar Sigit Kusumajaya menanggapi polemik yang tengah terjadi di KPK akhir-akhir ini. Menurutnya, pemerintah harus segera turun tangan untuk menyudahi polemik agar tidak semakin berlarut-larut.
Secara tegas, Fajar mengamini pernyataan sikap Anggota DPR RI Fraksi NasDem Eva Yuliana beberapa waktu lalu. “Sebetulnya saya menyayangkan adanya polemik di KPK yang tidak ada ujung pangkalnya tapi terus terjadi. Saya melihat KPK terbelah jadi dua. Saya sepakat apa yang disampaikan kakak Eva, ini harus segera disudahi,” katanya, Jumat (21/5).
Menurutnya, yang kini harus menjadi fokus adalah revisi hukuman terhadap tindak pidana korupsi yang menurutnya terlalu ringan. “Perlu adanya revisi terhadap hukuman tindak pidana korupsi. Hukumannya terlalu ringan dan tidak ada great. Selama jika tidak ada great sekuat apapun KPK akan terus seperti ini!” ujarnya geram.
Ketua DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Kabupaten Tegal ini melanjutkan bahwa hal ini di luar isu pelemahan KPK yang menjadi polemik selama ini. “Mengenyampingkan KPK dilemahkan atau tidak. Tapi jika UU penerapan sanksi pidana masih seperti ini maka KPK ya hanya seperti ini dan tidak sebanding dengan perbuatan mereka,” ia menekankan.
Menurutnya, untuk mewujudkan hal ini, para legislator NasDem harus mendorong pemerintah untuk merevisi kebijakan terkait hukuman bagi para penjahat korupsi. Untuk itu, ia optimistis beberapa anggota legislatif di komisi III dapat mewujudkan hal tersebut.
“Saya berharap di komisi III untuk lebih bisa mencermati hal tersebut. Kakak Tobas atau Bung Syaroni akan nyampai ke sana!,” ujarnya.
Disamping itu, Fajar salut dengan integritas para politikus NasDem yang bersih dari korupsi. Untuk itu ia berharap agar para anggota dewan dapat menjaga prestasi ini. Bahkan ia menantang pada KPK untuk publish politikus dari partai mana saja yang banyak ditahan.
“Harusnya publik harus tahu. KPK berani nggak publish mana partai yang banyak ditahan?” kata Fajar mempertanyakan.
Ke depan Fajar berharap agar NasDem dapat menjadi partai pemenang kedua atau bahkan pertama pada pemilu selanjutnya agar punya kemampuan untuk mengubah situasi penanganan korupsi di Indonesia.
Namun, meski masih belum menjadi pemenang pemilu, Fajar bangga dengan beberapa anggota legislatif partai NasDem yang berani memberikan laporan tahunan terkait kinerjanya selama menjadi dewan.
Hal inilah yang ingin ia dorong pada seluruh legislator dari Partai NasDem untuk memberikan report serupa sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada publik.
“Saya pengen para anggota anggota legislatif NasDem memberikan report kinerja untuk disampaikan di internal. Idealnya seperti itu. Jika ada yang suka mbolos perlu disampaikan juga, dan itu bukan aib untuk dibuka ke publik,” ujarnya.
Fajar mengingatkan bahwa idealisme selama memegang jabatan yang diamanahkan oleh rakyat tersebut penting untuk menjaga integritas kerja sebagai seorang wakil rakyat.
Kinerja baik tersebut harus dipertanggungjawabkan pula melalui berbagai kebijakan yang menguntungkan rakyat, termasuk merevisi UU terkait hukuman bagi para pelaku kejahatan korupsi.
