18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Sugeng Suparwoto Ingatkan Inventarisasi 10 Tokoh Masyarakat

JATENG.NASDEM.ID – Ketua DPP NasDem Bidang Pemenangan Jawa III Sugeng Suparwoto mengingatkan kembali kepada setiap pengurus daerah dan cabang untuk mendaftar tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki potensi bertarung di Pileg 2024.

‘’Dalam setiap konsolidasi di tingkat pengurus daerah, saya selalu minta tiga hal. Pertama segera lengkapi kepengurusan sampai tingkat DPRt apalagi untuk DPC. Kedua, segera realisasikan pencapaian target e-KTA sebagimana sudah ditetapkan pengurus pusat, dan ketiga, membuat daftar sedikitnya sepuluh tokoh yang memiliki potensi ikut berlaga di Pileg 2024 baik untuk tingkat kabupaten, provinsi bahkan RI,’’ ujarnya.

Menurut Sugeng, pendataan tokoh masyarakat itu sangat penting karena diyakini bisa mendulang suara pemilih. ‘’Karena itu, jika ada tokoh yang tidak bisa diyakinkan oleh pengurus daerah, maka minta tolonglah kepada wilayah. Dan jika wilayah juga tidak tembus, saya akan turun langsung, bahkan jika perlu nanti saya pertemukan via zoom dengan Pak Surya Paloh,’’ ujarnya.

Senada dengan Sugeng Suparwoto, Peneliti Senior Research Center Media Group (RCMG) Agung Prihatna menilai kehadiran tokoh lokal menjadi sangat menentukan dalam memenangkan pertempuran wacana di tingkat publik.

‘’Dalam survei yang kami lakukan di Jateng, muncul pendapat publik yang menilai NasDem kurang rajin melakukan komunikasi dengan tokoh, padahal masyarakat masih manut dengan tokoh lokal,’’ ujarnya.

Selain itu, menurut Agung, riset juga menemukan pendapat publik yang menilai tidak ada kader NasDem dari kalangan tokoh masyarakat yang dikenal dan dihormati warga setempat. ‘’Kader-kader yang ada umumnya belum banyak dikenal oleh warga. Jadi dengan mendata 10 tokoh masyarakat sebagaimana dianjurkan oleh DPP itu, akan mengatasi persoalan miskomunikasi yang selama ini terjadi antara grassroot dengan elite partai.’’

Kader  NasDem, lanju Agung, dinilai oleh publik hanya muncul pada saat ada hajatan politik saja, selepas itu menghilang entah kemana. ‘’Padahal grassroot membutuhkan figur yang bisa menyampaikan NasDem ke bawah. Kader yang bisa dipercaya, dan bisa menyampaikan informasi dengan baik,’’ ujarnya.

Agung menambahkan, ‘’Riset menunjukkan kader-kader di kabupaten belum kedengaran gaungnya, kurang terlihat orangnya apalagi perannya. Harusnya kader NasDem punya komitemen terhadap diskusi-diskusi publik guna menjaring aspirasi warga.’’

Menurut Agung yang sudah malang-melintang di dunia riset lebih dari 30 tahun itu, jika kader partai gagal dalam menjalin komunikasi dengan publik, maka hal itu menjadi pertanda akan datangnya masa suram.

‘’Kunci utama seorang politisi itu adalah mampu menjalin komunikasi dengan publik. Bisa saja sang politisi gagap dalam berkomunikasi, namun ia memiliki kemampuan lain, misalnya di bidang logitik, maka ia bisa tandem dengan tokoh masyarakat yang dapat mengantarkannya ke publik,’’ katanya.

Sebab menurut Agung, cara mudah berkomunikasi adalah sentuh persoalan riil yang dihadapi oleh masyarakat setempat. ‘’Srawung dengan masyarakat setempat dengan diskusi sambil ngopi menjaring persoalan yang mereka sedang hadapi,’’ katanya memberi kiat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top