18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Cahyo Sasongko : e-KTA adalah Bukti Modal Sosial bagi Politisi

JATENG.NASDEM.ID – Sistem keanggotaan yang didigitalkan atau dikenal sebagi e-KTA merupakan modal sosial bagi politisi untuk ikut kontestasi baik sebagai wakil rakyat atau kepala daerah. Melalui e-KTA, kader akan lebih mendapatkan manfaat dibanding partai secara organisasi.

‘’Kalau kita mau berkarier di politik, ya urusannya tidak jauh-jauh dari soal dukungan masyarakat. Semakin banyak dukungan, akan membuka segala kemungkinan baik untuk jalur kepala daerah maupun sebagai anggota legislatif,’’ ujar anggota DPRD Kabupaten Cilacap dari NasDem Cahyo Sasongko, Selasa (11/5).

Menurut Cahyo yang juga Sekretaris DPD NasDem Cilacap ini, pertaruhan seorang politisi itu tidak jauh-jauh dari urusan mendapatkan dukungan dari masyarakat. ‘’Urusan politisi itu jika disederhanakan adalah berapa jumlah dukungan yang didapatkan dalam forum pilkada atau pileg,’’ ujarnya.

Dengan takaran itu, ia menekankan, seorang politisi sejak dini harus sudah berhitung. ‘’Segala daya upaya fokusnya ke masyarakat. Bagaimana caranya agar rakyat selalu dekat dengan kita. Setelah mereka dekat, tentu saja kita berharap menetas dalam bilik suara,’’ katanya.

‘’Meskipun politisi popular, dinilai mampu bekerja dengan baik, tetapi jika rakyat tidak memilih, ya kurang ada manfaatnya,’’ ia menambahkan.

Cahyo mengatakan sistem e-KTA sebenarnya dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memelihara hubungan baik antara politisi dengan pemilih.

‘’Dalam dunia yang serba digital ini, komunikasi bisa dimulai dan dirawat lebah virtual. Dengan sambungan selular kita bisa melakukan banyak hal, tidak harus yang bersifat karitatif atau memberikan bantuan material, tetapi cukuplah dengan menyapa untuk sekadar berucap Assalamualaikum dan menanyakan kabar para pemilih,’’ katanya.

Ia mengatakan, karena Ketua DPW NasDem Jateng Setyo Maharso telah mengeluarkan instruksi agar setiap anggota dewan memiliki sedikitnya 500 anggota langsung yang ber e-KTA, maka ia pun berusaha memenuhi target tersebut.

‘’Alhamdulillah, target itu sudah terpenuhi, bahkan telah melampaui. Kalau dibayangkan, memang sedikit memberikan tantangan. Namun setelah dijalankan, ternyata bisa,’’ ujarnya.

Dengan memiliki anggota langsung ber-e-KTA itu, Cahyo menambahkan, ia merasa lebih tenang, karena setidaknya sudah memiliki pendukung yang solid.
‘’Tentu saja selalu muncul pertanyaan, jangan-jangan nanti membuat kita repot. Bagaimana cara merawatnya, nanti berimplikasi pada pembiayaan. Ada juga yang mengkaitkan dengan efektifitas di (Pemilu) 2024,’’ ujarnya.

Ia menambahkan, ‘’Bagi saya, apa yang diputuskan oleh pimpinan pusat itu pasti demi kebaikan kami, karena itu ya sudah, saya ikuti saja dengan niat baik.”

Cahyo mengakai, tidak semua kader NasDem baik yang duduk di legeslatif maupun sebagai pengurus memiliki kesadaran itu.

‘’Karenanya ketika Kakak Maharso mengeluarkan instruksi yang didalamnya ada faktor pemaksa, saya cenderung mengamini. Karena bagaimanapun juga, seorang politisi itu harus punya modal sosial. Nah, e-KTA ini sebenarnya bukti atas kepemilikan modal sosial itu, berupa jumlah anggota atau pendukung,’’ ujarnya

Karena itu, ia menekankan, kualifikasi dari seorang politisi sebenarnya tidak jauh-jauh dari seberapa banyak mempunyai pendukung. ‘’Jadi dengan e-KTA ini kita lebih mudah mengkualifikasi seorang politisi, tinggal kita tanya saja berapa jumlah anggota langsung yang suda didigitalisasi,’’ ujarnya.

Cahyo juga mengharapkan nilai penting dari e-KTA. ‘’Sebaiknya jumlah e-KTA ini dapat digunakan sebagai persyaratan bagi kader untuk bisa berlaga dalam konstentasi di legislatif dan kepala daerah. Bahkan untuk jadi pengurus pun, baik tingkat cabang, daerah, wilayah dan pusat, harus ada persyaratan kepemilikan anggota ber e-KTA,’’ katanya berharap.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top