JATENG.NASDEM.ID – Jelang tenggat pengumpulan e-KTA sebagaimana ditargetkan oleh pimpinan pusat, NasDem Grobogan merapatkan barisan menyusun strategi untuk mempercepat pencarian warga yang bersedia menjadi kader partai berkartu digital.
‘’Konsolidasi yang kami rangkaikan dengan buka bersama ini bertujuan untuk mempersatukan semangat dan tekad mencapai target e-KTA, sehingga menjelang Rakorwil 11 Juni nanti, Nasdem Grobogan tidak ‘ngisin-isini’, ketika disebutkan jumlah capaian e-KTA-nya,’’ ujar Ketua DPD Grobogan Nonik Supartono, MM, Senin (10/5).
Selain Nonik, rapat konsolidasi itu juga dihadiri pengurus DPD antara lain Dery Mei Wibowo (sekretaris), Mulyadi SP (bendahara), Kordapil V Jateng Andy, dan pengurus cabang. ‘’Empat Ketua DPC yang berhalangan hadir,’’ ujar Andy Kurniawan.
Seperti diketahui, Kabupaten Grobogan terdiri atas 19 kecamatan dan 280 desa/kelurahan. Pimpinan Pusat NasDem, memberikan target kepada NasDem Grobogan untuk bisa mencapai sekitar 16.500 e-KTA di akhir 2021.
Ketua DPP NasDem Bidang Pemenangan Jawa III (Jateng dan DIY) Sugeng Suparwoto mematok agar sebelum 11 Juni 2021, NasDem Grobogan harus sudah mencapai jumlah perolehan e-KTA, sedikitnya sejumlah 6.600 buah atau sektar 40 persen.
Sampai Senin kemarin, capaian e-KTA Grobogan baru 902 anggota atau sekitar enam persen. Jumlah inilah yang saat ini sedang dikejar oleh NasDem Grobogan.
Menyadari ketertinggalan tersebut, Ketua DPD NasDem Grobogan bersama Kordapil Andy Kurniawan terus melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan seluruh pengurus baik tingkat kabupaten maupun kecamatan.
“Dalam pertemuan tadi, kita merumuskan langkah-langkah percepatan, diantaranya adalah menggenjot pembentukan pengurus di tingkat kelurahan atau DPRt,” ujarnya.
‘’Karena sebenarnya, prinsip dari e-KTA ini adalah memberikan kartu kepada seluruh pengurus. Jadi masih bersifat internal, belum untuk masyarakat umum. Jadi sebenarnya, jika seluruh DPRt sudah terbentuk, maka urusan e-KTA ini otomatis beres,” ia menambahkan.
Nonik mengatakan, pihaknya menempuh dua strategi. ‘’Pertama, tentu saja kami akan terus melengkapi pengurus di 19 Kecamatan dan pengurus ranting di 280 kelurahan/desa. Kedua, kami juga berusaha meraup dari ceruk masyarakat umum, dengan cara meminta kepada pengurus yang sudah memiliki e-KTA untuk mendapatkan anggota baru,’’ ujarnya.
Pileg 2019 lalu, Grobogan yang tergabung di Dapil III DPRI Jateng (Grobogan, Blora, Pati dan Rembang), mampu mengantarkan kader NasDem Sri Wulan untuk duduk di Senayan.
Selain itu, di tingkat DPRD Provinsi, bersama dengan Blora, berhasil menempatkan Prayogi Nugroho menjadi anggota dewan. Hanya saja di tingkat DPRD Kabupaten, Grobogan kehilangan semua kursi yang didapat pada Pileg 2014.
Menurut Ketua Bappilu NasDem Jateng Sunu Pajar Bibit Prasetyo, sebenarnya untuk mendulang e-KTA, NasDem Grobogan telah memiliki modal dasar, yaitu satu anggota DPR RI dan satu anggota DPRD provinsi.
“Tinggal bagaimana mereka, pengurus daerah dan anggota legislatif itu saling berkoordinasi. Karena modal dasarnya sudah ada, ya harus dioptimalkan,’’ ujarnya.
Sementara itu, Andy Kurniawan mengatakan, forum konsolidasi yang disatukan dengan buka puasa itu juga digunakan sebagai wahana untuk mulai membidik figur-figur yang akan diajukan sebagai calon anggota DPRD kabupaten dan provinsi.
‘’Kami juga mulai menginventarisasi tokoh-tokoh yang dipandang memiliki kapasitas sosial dan kapiltal untuk bertarung di Pilleg 2024. Figur yang kami data, tidak hanya dari internal partai tetapi juga mereka yang saat ini masih berada di luar,’’ ujarnya.
Dengan cara tersebut, ia berharap NasDem Grobogan tidak hanya bisa merebut kembali kursi dewan yang hilang tetapi juga meberikan tambahan secara signifikan.
‘’Pilleg 2014, ketika NasDem baru pertama kali bertarung di pileg, kami kebagian empat buah, tetapi saat ini kami sama sekali tidak punya,” ujarnya.
Ia berharap pada Pileg 2024 dari 50 kursi DPRD yang tersedia bisa kembali diraih kursi dewan, bahkan dalam jumlah yang lebih banyak, sehingga bisa membentuk fraksi sendiri. Semoga
