18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Target Moh Irfan Bertarung di Kandang ‘Merah’ dan ‘Hijau’ Kabupaten Tegal

JATENG.NASDEM.ID – Ketua DPD NasDem Kabupaten Tegal sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Tegal Moh Irfan ibarat pejuang tunggal dari Partai NasDem di daerahnya. Bagaimana tidak, ia merupakan satu-satunya kader NasDem yang lolos ke kursi dewan pada Pileg 2019 lalu.

Lolosnya Irfan dalam Pemilu 2019 bisa jadi dipengaruhi oleh pengalamannya di kursi dewan pada periode 2014-2019 lalu. Meski ia mengakui bahwa tak mudah baginya untuk bertarung di daerah pemilihan yang menjadi basis partai ‘merah’ dan ‘hijau’ tersebut.

“Pemilu 2019 saya nyaleg lagi. Hasil suara masih ajek dan tidak berubah karena dapil saya masih susah, basis ‘partai hijau’ dan ‘merah’,” ujar Irfan menggambarkan dominasi PDIP dan partai berbasis Islam.

Setelah Irfan dilantik menjadi anggota dewan, ia kemudian dipercayai untuk memegang tonggak kepemimpinan DPD NasDem Kabupaten Tegal. Meski demikian, ia mengakui untuk sampai dalam posisi yang kini diembannya bukan perkara yang mudah.

Jauh sebelum ia sampai di kursi dewan Kabupaten Tegal sekaligus dipercaya sebagai ketua DPD, lelaki empat orang anak ini mengaku sudah bergabung 11 tahun di Partai NasDem.

Irfan mengawali karir politik di partai dengan latar belakang sebagai Kepala Desa Talang. Di akhir jabatan Kades, ia mebdapat tawaran untuk bergabung di DPC NasDem Talang, Kabupaten Tegal.

“Akhir masa jabatan 2011 saya sebagai kepala desa didatangi oleh teman yang kebetulan di media dan sekretaris DPD, Dasuki Raswadi. Saya diajak bergabung ke NasDem dan disuruh untuk menjadi Ketua DPC Talang,” ia menceritakan.

Setelah menjadi kader dan berproses di NasDem, Irfan kemudian mantab untuk ikut pemilihan legislatif pertama pada 2014 lalu. Ia berhasil meraih sekitar 2.500 suara dan mengantarkannya melenggang ke DPRD Kabupaten Tegal.

“Saya nyaleg di dapil saya masih sebagai Ketua DPC saat pemilu 2014 dengan perolehan 2400an suara. Kemudian dipercaya di Komisi III sebagai Wakil Ketua,” Irfan menambahkan.

Kini, sebagai satu-satunya kader NasDem yang lolos ke kursi dewan, irfan tentu punya ambisi besar untuk menambah kursi di pemilu 2024 kelak.

Kepada JATENG.NASDEM.ID, Irfan mengaku punya trik untuk menjaring kader potensial agar bisa menembus kersi DPRD.

“Kaitannya dengan pileg saya akan mencari caleg yang potensial dan punya latar belakang baik. Contohnya kepala desa, orang nasionalis yang dulu di PDIP, atau dari orang agamis dari nahdliyin,” ujarnya berbagi kiat.

Dengan figur yang potensial ini, ia yakin NasDem dapat merebut suara rakyat.
“Suara di masyarakat bisa pindah ke NasdDem. Kita utamakan figur caleg demi meraih suara masyarakat,” katanya.

Dengan strategi ini, ia berharap di pileg 2024, DPD NasDem Kabupaten Tegal dapat meraup enam kursi.

“Harapannya yang jelas target saya dari 6 dapil, satu dapil minimal satu orang sehingga akan ada 6 kursi di 2024,” ujar
Sarjana ekonomi ini menambahkan.

Ia menyebutkan selain figur calon, penguatan struktur juga penting demi mendukung kesuksesan NasDem di masa depan. Kini, ia bersama jajaran DPD NasDem Tegal tengah berjibaku mencari formulasi tepat agar dapat mendongkrak pendaftar e-KTA yang masih di kisaran jumlah 800-an.

Meski di tengah gempuran partai ‘merah’ dan ‘hijau’, ia menyadari betul kesulitannya untuk menjaring simpatisan partai yang loyal. Namun, ia tak pernah berhenti mencoba, apalagi menyerah.

Ia menjelaskan, merawat pengurus juga tak kalah besar tantangannya agar agar tak kepincut yang lain alias direktrut oleh partai lain.

“Di struktural kita masih minim. Di pengurus kita gampang bubar karena belum ada perhatian. Kalau kita sudah membentuk pengurus tapi ditinggal lama tak ada kabar mereka hilang dan mudah direkrut partai lain,” katanya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top