18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

NasDem Desak Pemkab Magelang Utamakan Layanan Publik

JATENG.MEDIA.ID – NasDem desak pemerintah Kabupaten Magelang melakukan percepatan dalam melayani kebutuhan masyarakat, terutama berkaitan dengan bahaya erupsi Gunung Merapi. 

’Di Puskesmas harus disiagakan ambulance, sehingga sewaktu-waktu Gunung Merapi meletus, maka rakyat yang membutuhkan layanan emergency bisa segera mendapatkannya,’’ ujar anggota DPRD Kabupaten Magelang dari Fraksi NasDem Pipik Dewi Susana, Selasa (4/5).

Menurutnya, erupsi Gunung Merapi selalu menghantui masyarakat yang tinggal di kaki gunung tersebut yang marupakan tdaerah yang ia wakili. ‘’Saya tinggal di kaki gunung itu, jadi bisa paham bagaimana situasinya jika Merapi mengeluarkan hawa panas.’’

Pipik Dewi Susana atau sering disapa Pipik, yang bertarung lewat daerah pemilihan V (Pakis, Tegalrejo, Candimulyo, dan Sawangan) adalah salah satu dari dua kader NasDem yang lolos dalam konstentasi Pileg 2019 Kabupaten Magelang. Kader lainnya adalah  Ketua DPD NasDem Temanggung Maladi yang maju lewat dapil I (Mertoyudan, Mungkid, dan Borobudur).

Menurut Pipik, persoalan lain di daerah yang diwakili  masih berkisar masalah ekonomi dan pengangguran.

‘’Saya mencatat terjadi kelesuan ekonomi. Daya beli masyarakat turun. Ibu-ibu yang berjualan di pasar maupun yang membuka warung di rumah sama-sama mengeluh penghasillan mereka turun drastis,’ katanya.

Pandemi Covid-19 yang tidak segera usai, menjadi pemicu dari kondisi tersebut. ‘’Ini bukan berarti masyarakat kekurangan bahan makanan, justru mereka bisa mencukupinya dari hasil kebunnya masing-masing,’’ ujarnya.

“Warga kami umumnya masih memiliki satu, dua petak tanah. Mereka tanami dengan sayuran dan bahan pangan lainnya. Alhasil, sayur mayur bisa memetik di kebun,” ia menambahkan.

Pipik juga menyinggung mengenai meningkatnya jumlah pengangguran yang disebabkan lesunya dunia usaha. ‘’Semua itu saling pengaruh-mempengaruhi. Daya beli rakyat melemah, menjadikan pengeluaran mereka untuk belanja berkurang. Karena konsumen mengurangi pengeluaran, maka dunia industri akan mengurangi kapasitas produksi, akibatnya terjadi pemutusan hubungan kerja,’’ ia menjelaskan.

Dalam situasi seperti ini, kader NasDem harus tampil ke permukaan untuk mendampingi warga masyarakat. ‘’Tentu  saja kita bukan tukang sulap yang bisa mengubah keadaan, tetapi dengan kehadiran kita, bisa menguatkan hati masyarakat. Selain itu, bisa berdiskusi untuk mencari jalan keluar,’’ ujarnya.

Setidaknya, Pipik menambahkan, orang-orang partai memiliki jaringan atau akses di pemerintahan atau kekuasaan untuk mendapatkan bantuan guna disalurkan kepada  warga yang membutuhkan .

’”Kita ini kan sebenarnya hanyalah semacam titik temu. Mempertemukan rakyat yang sedang menghadapi masalah, dengan pusat-pusat kekuasaan,’’ kata Pipik yang baru saja terjun ke panggung politik setelah selama ini menjadi Ibu Bhayangkari, mendampingi suaminya seorang polisi.

Terpilihnya Pipik dan Maladi di Pileg 2019, merupakan era baru bagi NasDem di Kabupaten Magelang, karena dalam kesertaan pertama 2014, belum berhasil  menggondol satupun kursi.

“Alhamdulllilah , tentu saja selain berkat Ilahi, ini juga karena kerja keras dan cerdas seluruh kader NasDem,” ujar Maladi yang merupakan mantan kepala desa itu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top