JATENG.NASDEM.ID – Politikus muda asal Kebumen, Qoriah Dwi Puspa yang kini menjabat sebagai Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Kebumen dari fraksi NasDem mendorong keterlibatan anak muda dalam dunia politk.
Perempuan 31 tahun itu, bahkan tak segan mencontohkan dirinya yang sudah berkiprah di panggung politik sejak muda belia. Ia menegaskan minatnya terjun ke politik bukan atas dasar ingin menjadi anggota legislatif tetapi lebih pada pengembangan diri.
“Kita jangan takut untuk mencoba, orientasinya jangan untuk jadi apa, yang penting bekerja dulu. Optimistis dan enjoy, usaha semaksimal mungkin sesuai dengan hati,” katanya memberi kiat, Rabu (5/5).
Ia juga mengingatkan agar kaum muda tidak gampang terpengaruh oleh informasi mentah yang mereka dapatkan dari berbagai platform bahwa politik itu negatif. Qoriah menekankan masih banyak politisi yang bekerja dengan santun.
Di sisi lain, anak kedua dari empat bersaudara ini, mengatakan masih banyak stigma bahwa biaya politik itu sangat besar. Hal itu pula yang tak jarang membuat kaum muda jadi keder untuk terjun ke politik.
“Namun, jika orientasi untuk memperkaya pengalaman, tak perlu ada biaya yang keluar,” katanya meyakinkan.
Ia pun berbagi tips jika sebagai pendatang baru dalam politik agar tak segan untuk mencari pengalaman dari politikus senior.
“Anak muda takut berpolitik karena pemikiran dibutuhkan banyak uang. Tapi, sebenarnya bisa ngintil (ngikut) dulu di kegiatan sehingga tahu celah merangkul orang agar memilih kita,” ujarnya berbagi tip.
Mengingat anak muda kini butuh wadah untuk berkegiatan, ia menyarankan untuk terlibat dalam partai politik. “Anak muda suka kegiatan, jika pengin kegiatan harus punya jembatan. Kita memberikan jembatan itu lewat poltik, atau bisa juga bergaul dengan orang politik,” ujar Qoriah.
Menurutnya, lewat politik anak muda dapat mengaktualisasikan diri sekaligus bersosialisasi dengan masyarakat. Ibarat menyelam sambil minum air, keterlibatan dalam politik dapat melatih kapasitas diri sekaligus membantu masyarakat.
“Dengan cara berpolitik kita bisa membantu masyarakat dan bersosialsisasi dengan banyak teman dan saudara,” Qoriah menambahkan.
Qoriah memberi saran agar anak muda yang terjun di politik jangan langsung berorientasi untuk menjadi anggota dewan. Namun diniatkan sebagai wadah untuk berpikir kritis dan menyalurkan gagasan.
“Jika anak muda bisa beraksi dan punya pemikiran cerdas dan kritis seharusnya mereka punya wadah dalam partai. Bukan menjadi anggota DPRD saja, tapi bisa menyalurkan ide dan gagasan untuk diserap menjadi kebijakan,” ia menekankan.
