18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Sugeng Suparwoto Minta Prioritas Perhatian pada Kaum Milenial dan Generazi Z

JATENG.NASDEM.ID – Ketua DPP NasDem Bidang Pemenangan Teritori Jawa III (Jateng dan DIY) Sugeng Suparwoto mengingatkan kepada seluruh fungsionaris NasDem baik tingkat wilayah, cabang maupun ranting untuk memperhatikan potensi warga yang lahir setelah tahun 1980, atau yang lebih dikenal sebagi kaum milenial dan generasi Z (lahir antara 1997 – 2012).

“Kita harus akui, yang berkumpul di sini kebanyakan berasal dari generasi X, yaitu kita-kita yang lahir dari tahun 1965 – 1980. Namun, ada juga yang termasuk baby boomer (lahir sebelum 1965), kadang-kadang pola pikir kita tidak nyambung dengan generasi sesudahnya,” ujarnya ketika berbicara dalam konsolidasi partai di Kabupaten Sukoharjo, beberapa waktu lalu.

Karena itu, politikus yang kini duduk sebagai Ketua Komisi VII DPR RI itu, mendorong pengurus untuk sebanyak-banyaknya melibatkan atau menjadikan kaum melenial dan generazsi Z sebagai kader partai dan mengisi posisi-posisi di struktur.

Terkait itu, dalam safari konsolidasi di Jateng, Tim Pemenangan Jawa III selalu membawa kaum melenial yang baru menyatakan bergabung dengan partai.

“Saya bawa yang namanya Kakak Yoyo, atau nama lengkapnya Nurcahyo Anggoro Jati, cucunya Pak Sarwo Edhy Wibowo yang awal tahun ini keluar dari Partai Demokrat masuk ke NasDem,” katanya.

Selain itu, Sugeng juga menunjuk beberapa nama sebagai darah baru dari kaum melenial. “Diantaranya saya sebut saja, ada Kakak Fauzi Bayu yang nggawangi wilayah Solo Raya sebagai koordinator daerah,” katanya.

“Demikian pula, ada Kakak Tatang, yang pada 2019 maju sebagai caleg dari Gerindra, kini bergabung dengan kita untuk memperkuat wilayah Kedu (Boyolali dan Magelang),” ia menambahkan.

Bayu dan Tatang adalah kaum melenial lahir pasca tahun 1980. Bergabungnya kaum melenial itu, Sugeng menambahkan, menjadi sebagai sebuah kekuatan bagi partai.

“Saat ini yang kita hadapi adalah kaum terpelajar, relatif mapan dan tumbuh dalam suasana yang beda dengan generasi X. Karena itu, ketika kita menampilkan sebanyaknya wajah melenial, maka saya yakin akan memudahkan partai dalam menjalin interelasi dan komunikasi kepada kaum melenial dan generasi Z,” ujarnya.

Mantan jurnalis di Media Indonesia Group itu menjelaskan berdasarkan sensus penduduk 2020, warga Jawa Tengang mencapai 35,52 juta. Dari jumlah tersebut, yang masuk Generasi X sebanyak delapan juta (23 persen), sedangkan kategori kaum melenial mencapai 25 persen (8.750.000), dan generasi Z berjumlah sembilan juta (26 persen), sisanya masuk baby boomer dan post generasi Z.

Menanggapi harapan tersebut, Waksekjen DPP NasDem Jakfar Sidik mengakui saat ini sedang berusaha merekrut kaum melenial dan generasi Z untuk menjadi anggota partai bahkan pengurus.

“Saya banyak masuk ke organisasi-organisasi kemahasiswaan, mulai dari HMI, PMKRI, GMNI, GMKI dan yang lain. Saya tawarkan ke mereka untuk bergabung ke NasDem,” ujarnya.

Bahkan, ia mencontohkan, ketika ada mahasiswa S2 UI yang melakukan wawancara untuk kepentingan pembuatan tesis, ia tawarkan pula kesempatan untuk bergabung dengan Partai NasDem.

“Ya sudah, saya telepon Kakak Ketua DPD Kebumen untuk ‘menangkap’ anak ini,” katanya bersemangat.

Jakfar menyebutkan sosok mahasiswa tersebut bernama Aries, asal dari Kebumen, menyelesaiakan S-1 di UGM kemudian menlanjutkan S-2 di UI. Setelah selesai kuliah di Depok, Aries berencana balik ke kampung halaman.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top