Purbalingga – Ketua Teritori Jawa III (Jateng dan DIY) Sugeng Suparwoto mengingatkan kepada para pengurus daearah dan cabang NasDem di Jawa Tengah untuk segera melengkapi kepengurusan sampai tingkat ranting atau kelurahan
“Setelah puasa nanti, sembari halalbihalal, kami akan turun kembali ke setiap kabupaten guna melantik atau mengukuhkan pengurus cabang, sekaligus bila sudah terbentuk DPRT maka akan saya lantik,’’ ujarnya di Purbalingga, Sabtu (24/4) kemarin.
Menurut Sugeng, berdasarkan pemantauannya di hampir 35 kabupaten/kota, ada sebagian pengurus daerah yang kepengurusannya sudah lengkap hingga kecamatan. Namun begitu, belum ada yang menyelesaikan hingga tingkat ranting.
Untuk itu, pada DPD yang pengurus cabangnya sudah lengkap, maka Juni nanti, mereka akan dikukuhkan langsung olehnya. Sedangkan bagi pengurus cabang yang baru saja mendapatkan surat keputusan, maka akan dilantik bersamaan dengan konsolidasi tahap kedua.
Sugeng Suparwoto yang juga Ketua Komisi VII DPR RI itu mengakui, daerah yang tidak memiliki anggota legislatif baik itu pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, jauh lebih mengalami hambatan dibanding dengan daerah yang memiliki dewan di tingkat kabupaten/kota hingga pusat.
“Saya mencatat, daerah yang kosong legislatifnya, umumnya agak mengalami kesulitan,’’ katanya.
Karena itu, Ketua DPW NasDem Jateng, Setyo Maharso telah mengambil kebijakan setiap anggota DPR RI megampu dua daerah pemilihan. Keputusan ini diambil mengingat Jateng ada sepuluh dapil, namun jumlah anggota DPR dari NasDem hanya lima orang.
“Dapil asal adalah wajib, selain itu ditambah satu dapil lagi,’’ katanya. Lebih lanjut, Setyo Maharso menambahkan, “Untuk Dapil I dan VI diampu oleh Kakak Fadholi. Sedangkan Kakak Letarsi Moerdidjat mengampu Dapil II dan IX, Dapil IV dan V dipegang oleh Kakak Eva Yulianti. Selanjutnya, Kakak Sri Wulan mendampingi Dapil III dan X, dan terakhir Kakak Sugeng Suparwoto mengampu Dapil VII dan VIII.”
Sistem pengampuan itu, lanjut Setyo Maharso diamaksudkan untuk mempermudah para pengurus daerah dan cabang dalam mengembangkan organisasi.
“Misalnya pengurus daerah akan melengkapi keanggotaan hingga tingkat ranting, namun terkendala karena tidak memiliki program konkrit yang bisa ditawarkan kepada warga, nah mereka bisa konsultasi dengan anggota DPR yang mengampu,” jelas Maharso.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, wilayah seperti Jepara, Kudus dan Demak sudah memilki kepengurusan solid di seluruh DPC bahkan telah melengkapi hingga tingkat ranting. Selain itu, Cilacap, Banyumas, Purbalinggag, Wonosobo, Purworejo, Kota Semarang, Salatiga, Kendal, Rembang, Blora, secara struktur juga sudah hampir lengkap sampai tingkat kecamatan.
Sedangkan yang masih perlu berjuang lebih keras adalah Kab Pekalongan, Kota Tegal, Kab Klaten dan Kab Boyolali.
Menurut Ketua Bappilu Jateng Sunu Wiwid Fajar, pihaknya sedang menggenjot restrukturisasi pengurus daerah yang belum melengkapi struktur organisasinya.
“Atas arahan Kakak Ketua, kami sudah menetapkan para koordinator daerah pemilihan (Kordapil), dengan tugas membantu Ketua DPD dalam melengkapi organisaasi,” ungkap Sunu.
Misalnya untuk wilayah Solo Raya, DPW telah menunjuk Fauzi Bayu untuk membantu Boyolali, Kota Surakarta dan Klaten.
“Kakak Bayu sudah berkoordinasi dengan Kakak Pardiman di Surakarta, dan Kakak Miranda di Klaten, juga sudah masuk ke Boyolali. Kami mengharapkan, tidak lama lagi, Solo Raya sudah memiliki kepengurusan yang lebih kuat,” tambahnya.
Sunu menambahkan, selain wilayah Solo Raya, pihaknya juga memberikan perhatian kepada Kabupaten Pekalongan.
‘’Di Kabupaten Pekalongan ini capaian e-KTA nya paling buncit dengan angka di bawah 75 anggota Capaian itu selaras dengan kondisi kepengurusan cabang yang masih kosong, karena itu kami akan fokus di wilayah tersebut,’’ tambahnya. (Nasdemjateng.id)

