Semarang – Ketua DPW NasDem Jateng Setyo Maharso telah menyediakan dua kendaraan operasional untuk para koordinator wilayah pemilihan.
‘’Cakupan kerja dari masing-masing kordapil ini lebih dari satu kabupaten. Apalagi, tempat tinggallnya juga yang tidak sama dengan wilayah didampingi, karena itu agar mobilitasnya tidak terganggu, maka kami siapkan kendaraan operasional,’’ ujarnya.
Menurut Maharso, kendaraan itu dilengkapi dengan pengemudi, sehingga jika ada yang mau menggunakan tinggal menghubungi sekretriat.
‘’Misalnya hari ini ada kordapil yang ingin turun , tinggal kontak secretariat, maka meluncurlah mobil operasional itu,’’ lanjuat dia.
Seperti diketahui, Ketua DPW NasDem Jateng telah mengambil kebijakan untuk membentuk sebuah unit kerja yang disebut Kordapil Jateng. Fungsi dari unit ini adalah melakukan evaluasi dan monitoring terhadap pengurus daerah, umumnya yang terkait dengan struktur organisasi dan capaian e-KTA. Wilayah Jawa Tengah terdiri dari tiga belas daerah pemilihan, karena itu terdapat sedikitnya 13 kordapil. Namun karena cakupan wilayah, ada beberapa dapil yang diampu lebih dari satu orang korda.
Setiap kordapil memang dituntut mobilitas tinggi, karena harus melakukan kunjungan tatap muka ke setiap daerah yang diampu.
‘’Untuk mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi, tidak bisa selalu hanya mengandalkan komunikasi per telepon’’ ujar Sekretaris Wilayah DPW NasDem Jateng Ali Mansyur.
Pertemuan tatap muka menjadi hal yang sangat penting karena bisa berdialog dari hati ke hati.
‘’Dengan ngobrol dari hati ke hati itu biasanya muncul berbagai macam alternative solusi sehingga pengurus memiliki refrensi yang lebih komplit untuk memecahkan sebuah masalah,’’ ujarnya.
Misalnya saja konsolidasi oleh Kordapil Solo Raya Fauzi Bayu ke DPD Klateng, Surakarta dan Boyolali.
‘’Saya sudah melakukan dua kali konsoliasi di Klaten. Kedatangan pertama hanya ngobrol ngalor-ngidul, rembugan gayeng namun belum ada keputusan apa-apa. Baru dalam konsoliasi kedua, yang saya lakukan langsung di dapil satu, maka kami sudah bisa mengambil sejumlah keputusan. Salah satunya adalah melakukan pendekatan ke kelompok basis pertanian.,’’ ujarnya.
Modal pokok membangun partai politik adalah komunikasi yang didasarkan pada kerelaan dari masing-masing kader.
‘’Kita ini kan berkumpul di NasDem digerakkan oleh hanya satu alasan, yaitu keinginan untuk memperbaiki kenadaan masyarakat,’’ ujarnya sembari menambahkan, ‘’Jadi karena sifatnya adalah gerakan perubahan, maka model kepemipinan yang dilakukan adalah musyawarah, kerja bareng,’’ katanya.

